Ma’News – Yogyakarta – 29/05/2026 – Dalam semangat menyambut Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah, keluarga besar LP Ma’arif NU PWNU DIY menggelar kegiatan ibadah kurban dan pengajian di Aula SMK Ma’arif 1 Piyungan pada Kamis (28/5/2026). Kegiatan ini dibantu oleh seluruh guru dan karyawan SMK Ma’arif 1 Piyungan. Acara ini juga menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus meneguhkan nilai ketakwaan, keikhlasan, dan kepedulian di lingkungan pendidikan Ma’arif NU PWNU DIY.
Pada perayaan Iduladha tahun ini, LP Ma’arif NU PWNU DIY melaksanakan penyembelihan dua ekor sapi kurban. Salah satu sapi disembelih di SMK Ma’arif 1 Piyungan dan sisanya akan disembelih di MA Ma’arif Nglipar. Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan keagamaan acara akan dipadukan dengan pengajian bersama para tokoh Nahdlatul Ulama (NU), unsur masyarakat, serta satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU DIY
Kegiatan pengajian dihadiri oleh berbagai unsur penting, di antaranya Ketua MWC NU Piyungan, tokoh-tokoh masyarakat, Kepolisian Sektor Piyungan, Komando Rayon Militer Piyungan, Komite Sekolah, serta dewan pembina sekolah. Hadir pula Ketua PWNU DIY, Dr. K.H. Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum., Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Fahmy Akbar Idries, M.M., Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., beserta jajaran pengurus, serta kepala SMA, SMK, MA, dan SLB Ma’arif NU PWNU DIY.
Acara dibuka oleh pembawa acara pada pukul 13.00 WIB dan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Muhammad Farkhanudin, siswa SMK Ma’arif 1 Piyungan. Suasana semakin khidmat saat seluruh peserta bersama-sama menyanyikan Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, serta Mars LP Ma’arif NU.
Mengawali rangkaian sambutan, Kepala SMK Ma’arif 1 Piyungan, Dewi Astuti, S.Kep., M.Pd., menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kehadiran seluruh tamu undangan. Ia mengaku bahagia karena untuk pertama kalinya Ketua PWNU DIY beserta jajaran pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY dapat hadir langsung di sekolahnya.
Dalam sambutannya, Dewi Astuti, S.Kep., M.Pd. juga menyampaikan permohonan maaf apabila fasilitas dan tempat yang disediakan masih sederhana. Ia menuturkan bahwa selama satu periode kepemimpinannya, proses membangun visi dan misi bersama masih terus berjalan, terutama dalam hal adaptasi dan penyatuan sumber daya manusia di lingkungan sekolah. Ia berharap dapat terus mengabdikan diri untuk terus mengembangkan dan meningkatkan kesejahteraan SMK Ma’arif 1 Piyungan.

Setelah sambutan tuan rumah, acara dilanjutkan dengan pengajian yang disampaikan oleh Ketua PWNU DIY, Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. Sebelum menyampaikan tausiyah, beliau menyampaikan rasa syukur atas kesempatan bersilaturahmi bersama keluarga besar Ma’arif dalam momentum Iduladha.
Memaparkan tentang hakikat Iduladha, beliau menegaskan bahwa hakikat ibadah kurban bukan terletak pada daging maupun darah hewan kurban, melainkan pada ketakwaan dan keikhlasan seorang hamba kepada Allah Swt. Ibadah kurban sejatinya mengandung pesan besar untuk membangun solidaritas sosial dan kepedulian di tengah masyarakat.
Beliau turut menekankan pentingnya cinta dan husnudzon kepada Allah sebagai bagian dari ketakwaan. Berbuat baik (Ihsan) juga penting baik terhadap orang yang baik maupun yang menyakiti kita. Adapun salah satu ciri orang-orang muhsinin yang hidup sederhana, sedikit tidur, dan tidak suka meminta-minta meskipun sedang berada dalam kekurangan.
Menjelang akhir acara, Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Fahmy Akbar Idries, M.M., turut memberikan sambutan dan arahan kepada seluruh peserta yang hadir. Ia mengajak seluruh lembaga pendidikan Ma’arif NU untuk menanamkan nilai ihsan dalam pengelolaan pendidikan dan kehidupan organisasi.

Menurutnya, bentuk ihsan dalam lembaga pendidikan dapat diwujudkan melalui penguatan jaringan antarlembaga pendidikan Ma’arif NU. Ia mencontohkan pentingnya membangun sinergi antarjenjang pendidikan, mulai dari SMP, MTs, pondok pesantren, hingga sekolah Ma’arif NU lainnya sebagai bagian dari semangat saling menguatkan.
Melalui kegiatan pengajian dan ibadah kurban ini, keluarga besar LP Ma’arif NU PWNU DIY berharap semangat ketakwaan, keikhlasan, dan solidaritas sosial dapat terus tumbuh di lingkungan pendidikan Ma’arif. Kegiatan ini juga diharapkan menjadi penguat kebersamaan antarwarga sekolah, pengurus, dan masyarakat dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan, akhlak, dan tradisi Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah.
