Ma’News – Yogyakarta – 18/07/2026 – Memilih pemimpin yang tepat adalah salah satu keputusan terpenting dalam perjalanan sebuah lembaga pendidikan. Menyadari hal itu, LP Ma’arif NU PWNU DIY menyelenggarakan Tes Seleksi Calon Kepala Sekolah pada Kamis, 16 Juli 2026 pukul 13.00–17.30 WIB di Gedung DPD RI DIY. Seleksi ini digelar untuk mengisi posisi kepala sekolah di tiga SMK sekaligus, yakni SMK Ma’arif 1 Kretek, SMK Ma’arif 1 Temon, dan SMK Ma’arif 1 Nanggulan.
Acara dibuka dengan sambutan dari tuan rumah, Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., selaku Anggota DPD RI DIY. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa dalam perspektif kepemimpinan, aspek yang paling menentukan adalah akhlak seorang pemimpin.
Seorang kepala sekolah tidak cukup hanya dihormati, tetapi harus mampu menjadi teladan bagi seluruh warga sekolah, menginspirasi, dan memberikan pengaruh positif di sekitarnya. Beliau juga menegaskan bahwa kepala sekolah dituntut untuk mampu meningkatkan performa dan kualitas sekolah secara nyata.
Sambutan berikutnya disampaikan oleh Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. Beliau menjelaskan bahwa LP Ma’arif NU PWNU DIY telah menyiapkan empat pilar pengembangan SDM, salah satunya melalui program Talenta sebagai bagian dari penyiapan calon pemimpin pada jabatan struktural. Program Talent Pool Training (TPT) yang telah dijalani para peserta merupakan wujud nyata dari komitmen tersebut, di mana para calon kepala sekolah telah dibekali empat materi utama sebagai landasan kompetensi kepemimpinan.
Beliau menegaskan bahwa penyiapan sumber daya manusia perlu dilakukan sejak dini sebagai bagian dari regenerasi kepemimpinan, dengan harapan penguatan kompetensi kepala sekolah pada akhirnya mampu meningkatkan mutu lembaga pendidikan Ma’arif NU, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Pesan penting juga disampaikan Ketua PWNU DIY, Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor S.H., M.Hum. Beliau berharap agar kepala sekolah yang terpilih nanti dapat aktif, disiplin, dan konsisten dalam menjalankan tugasnya, termasuk aktif dalam berbagai kegiatan Ke-NU-an.
Lebih jauh, beliau mendorong agar kepala sekolah terpilih mampu membangun jejaring yang kuat dengan melibatkan PWNU, PCNU, MWCNU, hingga Ranting, karena keterlibatan aktif dalam jaringan NU dinilai dapat meningkatkan partisipasi dan kepercayaan masyarakat terhadap sekolah, sehingga sekolah tidak akan kesulitan dalam menarik minat calon siswa baru.
Para kandidat yang hadir dalam seleksi ini bukanlah wajah-wajah baru dalam ekosistem pendidikan Ma’arif NU DIY. Para peserta adalah lulusan dari program Talent Pool Training (TPT) yang sebelumnya telah menjalani proses pembinaan dan pembekalan kompetensi kepemimpinan secara terstruktur. Selain itu ada peserta yang merupakan lulusan Diklat Calon Kepala.

Setiap sekolah terdapat tiga kandidat yang telah diajukan sebelumnya pada rapat di Cakruk Tembi, 14 Juli 2026. Proses wawancara dilakukan oleh tim penilai yang terdiri dari Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. selaku Ketua PWNU DIY, Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si. selaku Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, dan Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. selaku Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY.
Turut hadir pula perwakilan dari Dewan Pembina Sekolah (DPS) masing-masing, yakni H. Hani, B.Sc. untuk SMK Ma’arif 1 Kretek, H. Muhaimin Khayyi, S.Pd.I. untuk SMK Ma’arif 1 Temon, dan Sunyoto untuk SMK Ma’arif 1 Nanggulan, serta Sarwidi, M.Pd. selaku kepala sekolah yang akan digantikan.
Proses seleksi berlangsung dalam tiga sesi secara bergantian, masing-masing sesi diisi oleh tiga calon kepala sekolah. Setiap kandidat menghadapi pertanyaan yang disesuaikan dengan kondisi nyata sekolah yang dituju, mencakup identifikasi kendala yang ada, strategi penyelesaian masalah, serta pandangan mereka terhadap kondisi sekolah tersebut. Melalui proses seleksi yang transparan dan terstruktur ini, diharapkan dapat mengemban amanah dengan penuh tanggung jawab, mendorong kemajuan nyata di sekolah masing-masing, serta senantiasa berkhidmat kepada Nahdlatul Ulama.
