Ma’News – Kulon Progo – 10/06/2026 – SMK Ma’arif 1 Nanggulan menggelar Uji Publik Kurikulum Satuan Pendidikan Tahun Pelajaran 2026/2027 pada Selasa, 9 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung mulai pukul 08.00 hingga 11.30 WIB di Ruang Pertemuan SMK Ma’arif 1 Nanggulan ini menjadi forum penting untuk menjaring masukan dari berbagai pemangku kepentingan sebelum kurikulum resmi diterapkan. Tak heran, forum ini pun dihadiri oleh beragam elemen strategis, mulai dari unsur pemerintah, pengawas pendidikan, mitra industri, hingga seluruh warga sekolah, yang semuanya duduk bersama dalam satu ruangan demi satu tujuan yang sama: kurikulum terbaik untuk siswa.
Hadir dalam forum ini sejumlah pihak strategis, di antaranya Kepala Bidang Pendidikan Menengah yang diwakili oleh Kasi Layanan Maryani, S.Pd., M.Pd., serta perwakilan Pengurus LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Sugiyanto, M.Pd. Turut hadir pula Pengawas Pembina Dra. Kendarti Satiti, M.Si., Pengawas SMK Drs. Totok Setyadi, M.Pd., Koordinator Wilayah Program Pintar Bersama Daihatsu Slamet Raharjo, perwakilan dari PT Gamelab Indonesia, LPK AIBOU Indonesia, serta GP Motor. Melengkapi forum, hadir pula Komite Sekolah, Dewan Pembina Sekolah, serta seluruh guru dan karyawan SMK Ma’arif 1 Nanggulan.
Dengan hadirnya begitu banyak elemen penting dalam satu ruangan, kegiatan pun resmi dibuka dan dilanjutkan dengan sambutan dari Kepala Sekolah, Sarwidi, S.Pd., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau memaparkan visi sekolah secara gamblang: “Mewujudkan lulusan yang bertaqwa, berkarakter, dan siap bekerja.”
Visi tersebut tidak berhenti pada tataran kata-kata, melainkan diwujudkan melalui tiga program unggulan yang menjadi kebanggaan SMK Ma’arif 1 Nanggulan. Pertama, kemitraan dengan PT Astra Daihatsu Motor melalui Program Pintar Bersama Daihatsu untuk Program Keahlian Teknik Kendaraan Ringan (TKR). Kedua, Kelas Industri bersama PT Gamelab Indonesia untuk Program Keahlian Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ). Ketiga, Kelas Jepang yang mempersiapkan siswa untuk program magang ke Jepang melalui kerja sama dengan LPK AIBOU Indonesia.
Semangat membangun identitas sekolah yang kuat juga ditegaskan oleh perwakilan LP Ma’arif NU PWNU DIY. Dr. Sugiyanto, M.Pd. dalam sambutannya mendorong SMK Ma’arif 1 Nanggulan untuk terus mengembangkan produk dan keunggulan yang khas, yang membedakannya dari sekolah lain dengan program keahlian serupa. Pesan itu sekaligus menjadi pengingat bahwa keunggulan bukan sekadar soal fasilitas, melainkan tentang identitas dan nilai yang secara konsisten dihadirkan dalam proses pendidikan.

Merespons harapan tersebut, Waka Kurikulum Galih Septyan, S.Pd.T. kemudian memaparkan draf kurikulum yang telah disusun secara rinci kepada seluruh peserta yang hadir. Pemaparan ini menjadi jembatan penting antara rancangan yang telah disiapkan pihak sekolah dengan harapan nyata dari dunia industri dan para pemangku kepentingan, sehingga kurikulum yang lahir benar-benar mencerminkan kebutuhan bersama.
Sesi pemaparan pun membuka ruang dialog yang hangat dan konstruktif. Dari pihak industri, masukan yang disampaikan sangat praktis dan aplikatif. Sekolah dianjurkan untuk mengadopsi program yang telah dicanangkan oleh industri mitra dengan penyesuaian kondisi sekolah. Setidaknya dua program diprioritaskan, yakni program terkait Keselamatan Kerja dan Budaya Kerja. Selain itu, industri juga mendorong sekolah untuk memprogramkan skill contest bagi siswa serta menghadirkan praktisi industri langsung ke sekolah, agar siswa mendapatkan gambaran nyata tentang dunia kerja yang akan mereka hadapi.

Masukan tak kalah penting juga datang dari LPK AIBOU Indonesia selaku mitra program Kelas Jepang. Pihak LPK AIBOU menekankan pentingnya membudayakan budaya industri secara sungguh-sungguh di lingkungan sekolah, karena pembiasaan tersebut terbukti sangat membantu siswa ketika menjalani program magang di Jepang. Sebagai wujud dukungan konkret, LPK AIBOU Indonesia bahkan turut menyusun kurikulum bahasa Jepang khusus untuk sekolah hingga penguasaan Level N5, yang akan dilaksanakan dalam 24 pertemuan. Langkah ini menjadi angin segar bagi siswa yang bermimpi menapaki pengalaman kerja di negeri sakura.
Melalui forum uji publik yang melibatkan begitu banyak pihak ini, besar harapan agar kurikulum yang dihasilkan SMK Ma’arif 1 Nanggulan benar-benar menjadi kurikulum yang hidup, kontekstual, dan mampu menjawab tantangan zaman. Kolaborasi erat antara sekolah, industri, lembaga pendidikan, dan pemerintah seperti ini adalah modal terkuat dalam mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga berkarakter dan berdaya saing tinggi di era global. Semoga setiap langkah yang ditempuh hari ini menjadi batu pijakan kokoh bagi masa depan cerah para siswa SMK Ma’arif 1 Nanggulan.
