Ma’News – Yogyakarta – 27/04/2026 – DSebagai bagian dari tahapan krusial dalam proses seleksi Bakal Calon Kepala Sekolah (BCKS), PWNU DIY dibantu oleh LP Ma’arif NU PWNU DIY menyelenggarakan sesi presentasi dan wawancara yang terbagi dalam dua sesi pelaksanaan. Kegiatan ini menjadi momentum penentu bagi para peserta dalam menunjukkan kapasitas terbaik mereka sebelum memasuki tahap akhir penetapan dan pengumuman hasil akhir.
Mengawali rangkaian seleksi tersebut, para peserta mempresentasikan data hasil observasi yang telah mereka lakukan pada tanggal 16–17 April 2026. Data tersebut menjadi dasar dalam menyampaikan gagasan dan proyeksi pengembangan sekolah yang akan dipimpin. Setelah presentasi, para peserta menjalani sesi wawancara mendalam yang menilai berbagai aspek, mulai dari performansi hingga penguasaan materi, sehingga memberikan gambaran komprehensif terhadap kompetensi masing-masing kandidat.
Selanjutnya, pada sesi pertama yang dilaksanakan pada Jumat, 24 April 2026, bertempat di Gedung DPD RI DIY, para peserta yang merupakan talenta terbaik calon kepala sekolah untuk SMK Ma’arif 2 Piyungan, SMA Ma’arif 1 Sleman dan SMK Ma’arif 2 Sleman mengikuti rangkaian seleksi yang dibagi ke dalam tiga ruangan.
Kegiatan ini diawali dengan pembukaan oleh Ketua Tim Seleksi BCKS sekaligus Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si., yang memberikan motivasi kepada seluruh peserta. Dalam sambutannya, beliau menekankan bahwa tahap ini merupakan ujian terakhir, sehingga peserta diharapkan tetap semangat dalam berkontribusi bagi Nahdlatul Ulama, khususnya di bidang pendidikan. “Semoga para peserta bisa mengikutinya dengan baik dan tertib hingga akhir,” pungkasnya.

Seiring dengan pelaksanaan sesi pertama, kegiatan seleksi dibagi menjadi tiga ruang utama sesuai dengan fokus penilaian. Ruang pertama yang bertempat di Ruang Serbaguna Lt.1 digunakan untuk wawancara dan presentasi terkait proyeksi tata kelola, layanan, dan kepemimpinan, dengan tim penguji Prof. Dr. H. Arif Rohman, M.Si., Drs. Suhirman, M.Pd., dan K.H. Ali Shofwan, S.Ag.

Sementara itu, ruang kedua di Ruang Rapat Lt.1 dan ruang ketiga di Ruang Rapat Lt.3 difungsikan untuk wawancara dan presentasi terkait proyeksi ideologi dan organisasi. Adapun penguji di ruang kedua adalah H. Moh. Irfan Chalimy, S.Pd.I., Prof. Dr. K.H. Tamyiz Muharrom, M.A., dan K.H. Jazilus Sakho’, Ph.D., sedangkan di ruang ketiga diuji oleh Prof. Dr. H. Riyanto, M.Hum., dan Lukman Arifin FH, S.T.
Dalam pelaksanaannya, proses seleksi berlangsung tertib dan sistematis, di mana para peserta secara bergantian memasuki ruang ujian sesuai jadwal yang telah ditentukan. Setiap peserta diberikan kesempatan untuk memaparkan gagasannya secara komprehensif sebelum kemudian didalami melalui sesi wawancara oleh para penguji. Interaksi yang terbangun berlangsung dinamis dengan berbagai pertanyaan kritis yang menggali kedalaman visi, kepemimpinan, serta kesiapan peserta dalam menghadapi tantangan pengelolaan satuan pendidikan.
Memasuki sesi kedua yang dilaksanakan pada Minggu, 26 April 2026, kegiatan kembali digelar di Gedung DPD RI DIY dengan melibatkan peserta yang mendaftar sebagai calon kepala sekolah untuk SMK Ma’arif 1 Wates dan SMK Ma’arif Playen. Seperti pada sesi sebelumnya, kegiatan dibuka oleh Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si., yang menegaskan pentingnya memaksimalkan performa pada hari terakhir seleksi karena menjadi penentu akhir dalam keseluruhan rangkaian proses.

Pada sesi kedua ini, pelaksanaan seleksi dibagi menjadi dua ruangan. Ruang pertama, yaitu Ruang Serbaguna Lt.1, digunakan untuk wawancara dan presentasi terkait proyeksi tata kelola, layanan, dan kepemimpinan dengan penguji Prof. Dr. H. Arif Rohman, M.Si., dan Drs. Suhirman, M.Pd. Sementara itu, ruang kedua yang bertempat di Ruang Rapat Lt.3 digunakan untuk wawancara dan presentasi terkait proyeksi ideologi dan organisasi, dengan tim penguji H. Moh. Irfan Chalimy, S.Pd.I., Prof. Dr. K.H. Tamyiz Muharrom, M.A., dan Dr. Abdul Mughits, M.Ag.
Menariknya, presentasi dan wawancara sesi 1 dan 2 disaksikan oleh para guru dari sekolah tujuan, yang sekaligus memberikan penilaian afirmatif terhadap para peserta. Keterlibatan guru tersebut menjadi nilai tambah, karena mereka dapat menilai secara langsung kecocokan dan potensi kepemimpinan para kandidat dengan kebutuhan serta karakteristik satuan pendidikan yang akan dipimpin.
Sebagai penutup, seluruh rangkaian kegiatan presentasi dan wawancara ini diharapkan dapat menghasilkan pemimpin-pemimpin sekolah yang tidak hanya unggul dalam manajerial dan akademik, tetapi juga memiliki integritas, komitmen ideologis, serta dedikasi tinggi dalam memajukan pendidikan Ma’arif NU DIY.

