Ma’News – Yogyakarta – 31/08/2026 Setelah melalui tahapan koordinasi pra-pembentukan, LP Ma’arif NU PWNU DIY kembali menggelar Rapat Koordinasi Penyusunan Instrumen Badan Pelaksana Penyelenggaraan Pendidikan Ma’arif Nahdlatul Ulama (BPPPMNU) pada Sabtu, 29 Agustus 2026 pukul 13.00 WIB, bertempat di Ruang Rapat Lantai 3 Gedung DPD RI DIY. Pertemuan ini sekaligus rapat perdana di dalam rangkaian penyusunan instrumen kerja BPPPMNU DIY, dengan fokus membahas draf instrumen yang pembagian tugasnya telah disusun sebelumnya oleh Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., untuk tujuh BPPPMNU.
Pada pertemuan kali ini, pembahasan difokuskan pada sejumlah instrumen kerja yang menjadi kebutuhan dasar BPPPMNU dalam menjalankan tugasnya, mulai dari instrumen profil dan kondisi awal satuan pendidikan, pengawasan tata kelola dan kepemimpinan, pengawasan keuangan, penilaian kinerja kepala sekolah/madrasah. Selain itu ada juga pembahasan mengenai pelaporan berkala hasil pengawasan, pemetaan jejaring dan calon mitra, hingga proposal penggalangan dana dan sumber daya. Ketujuh kelompok instrumen ini hanya awal dan akan terus bertambah dan disempurnakan pada rapat-rapat berikutnya.
Acara dibuka dengan pengarahan dari Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. Beliau menegaskan bahwa target penyelesaian instrumen BPPPMNU DIY harus dapat dirampungkan pada bulan September 2026. Beliau turut menekankan bahwa kehadiran BPPPMNU sebagai badan teknis merupakan implementasi dari Trilogi Pendidikan NU, sehingga penyusunan instrumen ini menjadi langkah penting untuk memastikan badan ini dapat bekerja secara optimal.
Sebagai tambahan penjelasan, beliau juga menyampaikan bahwa satuan pendidikan yang telah memiliki data lengkap, mencakup data pendirian, SK, pengakuan resmi, serta BHPNU, akan diberikan Piagam Pengukuhan Hari Lahir Satuan Pendidikan sebagai bentuk apresiasi. Kemudian bentuk dukungan bagi para calon pengurus, LP Ma’arif NU PWNU DIY juga akan menyediakan buku agenda yang diberikan secara gratis kepada seluruh fasilitator dan Ketua BPPPMNU DIY.
Terkait teknis penyusunan pedoman, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. mengarahkan agar setiap kelompok terlebih dahulu mencari model yang sesuai sebelum menyusun instrumen. Proses pencarian model ini dapat dibantu dengan berkonsultasi pada kecerdasan buatan (AI) untuk menemukan sumber atau referensi yang relevan dengan kebutuhan BPPPMNU DIY. Referensi yang diperoleh pun perlu dilengkapi dengan daftar pustaka, sebelum kemudian didiskusikan bersama di masing-masing kelompok.
Rapat kemudian dilanjutkan dengan pemaparan perkembangan dan draf awal yang telah disusun oleh masing-masing kelompok BPPPMNU DIY. Menanggapi paparan tersebut, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. menilai bahwa hasil draf awal sudah cukup baik, meski masih perlu disempurnakan agar lebih lengkap dan sesuai kebutuhan. Setelah proses penyempurnaan selesai, draf akan diteruskan untuk dibahas bersama Tim Dewan Pengawas dan Pembina. Sebagai tambahan, Dr. Mukhammad Luqman Hakim, M.Pd., memberikan masukan kepada para calon pengurus BPPPMNU DIY agar setiap sumber atau referensi yang digunakan dicantumkan sebagai dasar dan landasan penyusunan indikator.
Sebagai tindak lanjut, persiapan bahan akan dilakukan segera, dilanjutkan dengan pertemuan berikutnya pada pekan ini. Beberapa hal lain turut disepakati, di antaranya fasilitator dapat berjumlah lebih dari satu orang dari satuan pendidikan yang berbeda, perlunya kesepakatan mengenai honorarium atau sejenisnya bagi pengurus, rapat pengurus harian yang akan dilaksanakan setiap bulan, serta rapat bersama pembina dan pengawas paling sedikit enam bulan sekali. Rapat Kerja Wilayah (Rakerwil) sendiri ditargetkan dapat terlaksana paling lambat pada bulan Desember mendatang.
Melalui rapat perdana ini, besar harapan agar seluruh instrumen kerja BPPPMNU DIY dapat rampung tepat waktu dan benar-benar aplikatif dalam mendukung tugas-tugas kepengurusan di lapangan nanti. Semoga proses penyusunan yang dilakukan secara bertahap dan kolaboratif ini menghasilkan pedoman kerja yang kuat, sehingga BPPPMNU dapat berjalan optimal sebagai badan teknis yang mendukung kemajuan pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU PWNU DIY.
