Ma’News – Yogyakarta – 13/08/2026 Suasana Jalan Malioboro tampak istimewa pada Rabu, 12 Agustus 2026. Sebanyak 128 murid serta pembina yang tergabung dalam Pandu Ma’arif NU DIY sukses menyemarakkan Parade Kebangsaan dan Budaya. Parade ini merupakan rangkaian dari Acara Suara Inklusi untuk Semua 2026 yang diselenggarakan oleh Diwa Foundation, sebuah perhelatan besar yang melibatkan banyak sekali organisasi dan perkumpulan masyarakat di Yogyakarta.
Dalam parade ini, Pandu Ma’arif NU DIY mendapatkan kehormatan istimewa sebagai pihak pertama yang membentangkan bendera sepanjang 1000 meter. Sebanyak 128 siswa yang mewakili Pandu Ma’arif NU DIY, terdiri dari 40 siswa dan 6 pendamping asal Gunungkidul, 25 siswa dan 2 pendamping asal Sleman, 30 siswa dan 3 pendamping asal Kulon Progo, 15 siswa dan 2 pendamping asal Bantul dan Kota Yogyakarta, serta didampingi oleh 5 Pengurus Sako Pandu Ma’arif NU DIY.
Acara ini turut dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya Ketua Komisi IV DPR RI Siti Hediati Hariyadi (Titiek Soeharto), Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Prof. Dr. Abdul Mu’ti, Wakil Gubernur DIY Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Aryo (KGPAA) Paku Alam X, Wali Kota Yogyakarta Hasto Wardoyo, serta Ketua Panitia sekaligus Founder Diwa Foundation, Diah Warih Anjari.
Bendera Merah Putih sepanjang sekitar 1000 meter itu membentang di kawasan Malioboro hingga Titik Nol Kilometer, sebagai bagian dari Parade Kebangsaan untuk menyambut HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Kota Jogja. Ribuan peserta dari berbagai elemen masyarakat turut membawa bendera tersebut, berjalan bersama dari kawasan Gedung DPRD DIY menuju Titik Nol Kilometer.
Acara ini juga mengusung pesan yang jauh lebih mendalam, yakni inklusi. Inklusi sendiri merupakan sebuah upaya pendekatan untuk menciptakan lingkungan yang terbuka, adil, dan merata bagi semua individu, dengan memegang penuh prinsip utama kesetaraan tanpa diskriminasi serta kesetaraan dalam keberagaman.
Oleh karena itu, semangat untuk senantiasa menyuarakan dan mendukung pendidikan inklusif di Indonesia, khususnya di Jogja, perlu terus digaungkan. Setiap orang berhak mendapatkan pendidikan dengan kualitas terbaik, terlepas dari apa pun kondisinya.
Sebagai pengingat, keberagaman bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk mewujudkan pendidikan yang adil dan merata bagi seluruh anak bangsa. Melalui keikutsertaan Parade Kebangsaan dan Budaya ini, besar harapan agar semangat inklusi dan cinta tanah air yang telah ditunjukkan oleh Pandu Ma’arif NU DIY dapat terus tertanam kuat khususnya di hati murid-murid di lingkungan Ma’arif NU DIY.


