Ma’News – Yogyakarta – 24/06/2026 – LP Ma’arif NU PWNU DIY menggelar Rapat Tindak Lanjut Program Digitalisasi Keuangan yang dihadiri oleh para Kepala Sekolah dan Madrasah beserta bendahara atau pengelola keuangan dari satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU DIY. Pertemuan yang diadakan di Gedung DPD RI DIY pada tanggal 22 Juni 2026 ini menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pengelolaan keuangan sekolah yang lebih modern, transparan, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Program ini tidak berdiri sendiri. LP Ma’arif NU PWNU DIY menjalin kerja sama dengan Bank Negara Indonesia (BNI), khususnya melalui BNI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), untuk membangun sistem keuangan digital yang terintegrasi. Rapat kali ini secara khusus difokuskan pada finalisasi berkas administratif yang dibutuhkan oleh pihak BNI. Setelah seluruh dokumen dinyatakan lengkap dan terverifikasi, tahapan berikutnya adalah pembuatan Virtual Account (VA) dan integrasi sistem dengan aplikasi NUIST.
Acara dibuka dengan sambutan dari Sarwidi, S.Pd., M.Pd., selaku perwakilan LP Ma’arif NU PWNU DIY Divisi Akreditasi. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa digitalisasi keuangan bukan sekadar soal teknologi, melainkan soal membangun kepercayaan. Menurut beliau, keterbukaan informasi/tranparansi untuk seluruh pemangku kepentingan sangat penting. Informasi mengenai perencanaan anggaran dan realisasi penggunaan dana perlu diketahui oleh pemangku kepentingan.
Lebih lanjut, beliau juga menekankan pentingnya akuntabilitas sebagai sisi lain dari transparansi. Akuntabilitas, dalam pandangan beliau, adalah kewajiban moral sekaligus hukum bagi sekolah untuk mempertanggungjawabkan setiap rupiah yang diterima dan dibelanjakan secara jujur dan tepat sasaran. Hal ini mensyaratkan pencatatan administrasi yang tertib, kepatuhan terhadap regulasi, serta ketersediaan bukti transaksi yang sah. Dengan standar akuntabilitas yang tinggi, sekolah tidak hanya siap diaudit kapan saja, tetapi juga mampu membuktikan bahwa anggaran yang dikelola benar-benar berdampak positif bagi proses belajar mengajar.
Usai sambutan, giliran perwakilan BNI KCP UNY memaparkan perkembangan program. Disampaikan bahwa saat ini proses sudah memasuki tahap pengumpulan data sekolah dan persiapan penggunaan fitur-fitur layanan BNI. Karena sudah cukup banyak data sekolah yang masuk dan terverifikasi, langkah selanjutnya adalah mempersiapkan integrasi dengan aplikasi NUIST sekaligus pembuatan Virtual Account (VA) bagi masing-masing sekolah.
Reza Muhamad Ramdhan, perwakilan BNI KCP UNY, menjelaskan bahwa seluruh sistem pembayaran nantinya akan beralih ke sistem otomatis sehingga setiap transaksi dapat dipantau secara real-time, meminimalisir potensi kesalahan, dan meningkatkan transparansi pengelolaan keuangan secara keseluruhan.
Salah satu fitur unggulan yang diperkenalkan adalah Virtual Account (VA) per siswa. Dengan VA ini, setiap peserta didik memiliki nomor rekening khusus yang dapat digunakan untuk membayar berbagai tagihan atau iuran sekolah secara praktis. Tak hanya itu, BNI juga menawarkan berbagai kemudahan layanan perbankan lainnya yang diharapkan dapat mendukung operasional sekolah agar berjalan lebih efektif dan efisien.
Arahan yang tak kalah berkesan datang dari Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. Beliau mengakui secara terbuka bahwa ini adalah pertama kalinya LP Ma’arif NU PWNU DIY membangun sistem keuangan secara mandiri seperti ini, sehingga di awal penerapan tentu akan ada banyak proses penyesuaian yang perlu dilalui bersama. Beliau juga menginformasikan bahwa program ini masih menunggu persetujuan dari Bank Indonesia (BI), mengingat sifatnya yang masih baru dan memerlukan proses approval dari pihak regulator.
Dalam arahannya, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. menyampaikan sejumlah keunggulan dari digitalisasi keuangan: transaksi yang lebih cepat dan terdokumentasi secara real-time, pengelolaan yang lebih transparan dan akuntabel, serta kemampuan pengambilan keputusan berbasis data. Untuk memperkuat pesannya, beliau mengutip W. Edwards Deming, tokoh yang dikenal sebagai Bapak Manajemen Mutu, yang pernah berkata bahwa sistem yang buruk akan selalu mengalahkan orang yang baik. Pesan ini mengingatkan kita bahwa seberapapun baik dan berdedikasinya seseorang, ia tetap akan kesulitan jika bekerja dalam sistem yang tidak mendukung.
Berangkat dari pemikiran itulah, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. mengajak seluruh kepala sekolah dan pengelola keuangan untuk bersama-sama membangun sistem yang benar-benar mendukung jalannya program digitalisasi ini. Bukan sekadar mengikuti instruksi, melainkan turut berperan aktif agar pengelolaan keuangan di seluruh satuan pendidikan Ma’arif NU PWNU DIY dapat semakin transparan, kredibel, dan memberikan dampak nyata bagi kemajuan sekolah. Dengan sistem yang terintegrasi dan transparan, diharapkan kepercayaan dari orang tua, masyarakat, dan para pemangku kepentingan terhadap pengelolaan lembaga pendidikan Ma’arif semakin menguat. Pada akhirnya, sistem keuangan yang sehat dan akuntabel bukan hanya soal angka-angka yang tercatat rapi, melainkan fondasi penting bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang berkualitas dan tepercaya.
