Ma’News – Yogyakarta – 09/07/2026 – Karantina Penyusunan Buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) Tahun Pelajaran 2026/2027 memasuki hari ketiga pada Rabu, 8 Juli 2026. Proses yang berlangsung di Athaya Homestay, Wirobrajan, Kota Yogyakarta ini terus menunjukkan kemajuan. Di hari ketiga ini, difokuskan untuk pengecekan materi buku jenjang SD dan SLTP memastikan setiap konten yang telah disusun benar-benar sesuai dengan standar yang ditetapkan sebelum melangkah ke tahapan berikutnya.
Pada hari ketiga ini, pengecekan materi dilakukan oleh para pendamping yang masing-masing membawa fokus berbeda. K.H. Ahmad Dainuri Noor, B.A. mengambil peran dalam menelaah materi jenjang SD, memastikan setiap isi buku sesuai dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa pada jenjang tersebut. Sementara itu, Dr. Nurliadin, M.Pd. kembali hadir untuk mendampingi pengecekan materi jenjang SLTP, melanjutkan perannya dari hari-hari sebelumnya dengan cermat dan teliti.
Selain dua pendamping tersebut, Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. dan Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. juga senantiasa hadir mendampingi para penulis sepanjang hari. Keduanya tidak hanya memantau jalannya proses, tetapi juga aktif memberikan masukan-masukan berharga terhadap keseluruhan buku. Kehadiran mereka menjadi penguat penting yang memastikan seluruh naskah yang sedang disempurnakan ini benar-benar terjaga kualitasnya, baik dari sisi substansi keagamaan maupun kelayakan pedagogisnya.
Memasuki hari ketiga, ritme kerja para penulis dan pendamping semakin terbentuk dengan baik. Proses pengecekan berjalan dengan lancar berkat koordinasi yang telah disepakati sejak hari pertama. Setiap catatan dan masukan dari para pendamping langsung ditindaklanjuti oleh tim penulis, sehingga perbaikan dapat dilakukan secara bertahap namun terus-menerus. Suasana kerja yang fokus namun tetap cair ini menjadi modal penting agar target penyelesaian seluruh buku dapat tercapai sebelum karantina berakhir.
Pada hari ketiga ini pula, seluruh peserta karantina menetapkan target yang cukup ambisius namun realistis yaitu menuntaskan seluruh pengecekan materi agar buku-buku yang telah disusun dapat segera memasuki proses cetak dummy. Tahapan cetak dummy menjadi tonggak penting dalam perjalanan penyusunan buku ini, karena dari situlah para pendamping dan penulis dapat melihat secara langsung tampilan fisik buku secara keseluruhan sebelum dinyatakan final. Dengan target tersebut, semangat kerja seluruh peserta pun semakin terpacu untuk menyelesaikan setiap detail dengan sebaik-baiknya.
Dengan tiga hari karantina yang telah dilalui secara produktif, proses penyusunan buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) semakin mendekati garis akhir. Diharapkan hari yang tersisa dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh seluruh penulis dan pendamping, sehingga kesembilan buku yang mencakup kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA dapat tuntas dengan kualitas yang benar-benar layak untuk menjadi pegangan bagi para guru dan siswa di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU DIY.
