Ma’News – Kulon Progo – 07/11/2026
Cat semprot kaleng sering dianggap hanya cocok untuk hasil yang biasa saja. Anggapan itu coba dijawab lewat pelatihan pengecatan School of Spray bersama Diton Premium yang digelar di SMK Ma’arif 3 Wates pada Kamis–Jumat, 5–6 November 2026. Pelatihan ini terselenggara berkat kerja sama LP Ma’arif NU PWNU DIY dengan PT Difan Prima Paint, produsen Diton Premium, produk cat kendaraan asli Indonesia. Kegiatan ini bagian dari program CSR perusahaan dan diikuti murid-murid Ma’arif NU PWNU DIY.
Acara dibuka oleh MC, dilanjutkan menyanyikan lagu Indonesia Raya, Syubhanul Wathon, dan Mars Ma’arif, lalu sambutan dari Samsudin, S.Pd. selaku Bendahara BPPPMNU IV. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya pendidikan dan keterampilan bagi murid. Murid diingatkan memanfaatkan kesempatan ini sebaik-baiknya dan menguasai ilmu agama, ilmu sosial, serta keterampilan teknis yang relevan dengan dunia otomotif yang terus berkembang, terutama menuju teknologi berbasis listrik.
Selain keterampilan, beliau menyebut kejujuran, kerja keras, dan kreativitas sebagai kunci kesuksesan. Murid diajak menjadi pemberi, bukan peminta, dalam interaksi sosial, karena perilaku baik akan membentuk reputasi yang positif. Beliau menjelaskan bahwa pelatihan selama dua hari ini melibatkan praktik langsung bersama instruktur Diton Premium.
Memasuki sesi materi, Joni Ilmawan selaku Manager Technical Painting Diton Premium menjelaskan latar belakang program dan memperkenalkan produk. Ia mengatakan banyak pelajar maupun masyarakat awam menganggap cat semprot kaleng hanya untuk hasil biasa. Lewat program ini, praktisi atau master of painting dari Diton memberikan edukasi langsung tentang standar teknik repaint yang rapi, profesional, dan berkualitas premium dengan produk lokal. Ia menambahkan bahwa Diton Premium sudah dikenal untuk mewarnai bodi motor, dan berharap peserta mengikuti pelatihan dengan baik.
Setelah materi, murid masuk sesi praktik. Pada hari pertama, Kamis, 5 November 2026, mereka berfokus pada pembersihan bodi, dempul, dan amplas, dilanjutkan pemberian epoxy dan cat dasar. Pada hari kedua, Jumat, 6 November 2026, fokus beralih ke warna utama dan clear coat. Bagoes Budiarto mengaku terkesan dengan prosesnya. “Selama ini saya kira cat semprot hasilnya biasa saja. Ternyata kalau tahapannya benar dan sabar, hasilnya bisa rapi dan mengkilap. Ilmu ini pasti berguna buat saya nanti,” ujarnya.
Ulya Indah Khoironi pun merasakan hal serupa. “Banyak hal baru yang saya pelajari, apalagi bisa praktik langsung dengan instruktur. Saya jadi lebih paham pentingnya ketelitian dan kesabaran dalam bekerja,” tuturnya.
Melalui pelatihan ini, besar harapan agar murid SMK Ma’arif 3 Wates tidak hanya terampil secara teknis, tetapi juga jujur, tekun, dan kreatif dalam bekerja. Semoga bekal ini membuat mereka siap menghadapi dunia otomotif yang terus berubah.