Home Ma'NewsBerita Terkini Kepala dan Pendidik MA YAPPI Gubukrubuh Raih Anugerah GTK Kankemenag Gunungkidul Jenjang MA Tahun 2026

Kepala dan Pendidik MA YAPPI Gubukrubuh Raih Anugerah GTK Kankemenag Gunungkidul Jenjang MA Tahun 2026

by timpublikasilpmnudiy.AG.
0 comment

Ma’News – Gunungkidul – 27/10/2026

Kabar menggembirakan datang dari MA YAPPI Gubukrubuh. Kepala Madrasah dan 3 pendidik di madrasah ini berhasil meraih penghargaan dalam Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Jenjang Madrasah Aliyah (MA) Tahun 2026. Pengumuman pemenang disampaikan bertepatan dengan momentum Hari Santri, setelah proses penilaian yang berjalan sejak Juli 2026.

Penganugerahan ini didasarkan pada Keputusan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Gunungkidul Nomor 184.1 Tahun 2026 tentang Penetapan Hasil Seleksi Anugerah Guru dan Tenaga Kependidikan Tingkat Kabupaten Gunungkidul Tahun 2026. Nominasinya diperuntukkan bagi guru dan tenaga kependidikan madrasah jenjang MA di Gunungkidul.

Untuk memahami arti penghargaan ini, perlu dikenal dulu apa itu Anugerah GTK. Anugerah ini diselenggarakan Kementerian Agama sebagai bentuk apresiasi dan motivasi bagi guru dan tenaga kependidikan yang terus meningkatkan kompetensi, profesionalisme, dan kinerjanya demi mutu pendidikan di madrasah. Kategori inspiratif, inovatif, dan berdedikatif terbuka bagi guru madrasah tingkat MI, MTs, dan MA.

Dari ajang tersebut, Miftahul Ichwan, S.Ag. berhasil meraih Juara 3 Kepala Madrasah Dedikatif. Inovasi yang ia kembangkan adalah Penguatan Ekoteologi dan Budaya Madrasah, yakni mengintegrasikan nilai-nilai teologi Islam ke dalam seluruh budaya MA YAPPI Gubukrubuh.

banner

“Alhamdulillahi Robbil’alamiin, saya merasa sangat bersyukur, terharu, dan bangga. Semua ini merupakan bentuk dari kerja keras, dedikasi, dan sinergi seluruh stakeholder MA YAPPI Gubukrubuh,” ungkapnya. Ia menambahkan, “Semoga pencapaian ini menjadi berkah, memotivasi kami untuk terus membawa MA YAPPI Gubukrubuh menjadi satuan pendidikan yang maju, bermutu, dan mendunia.”

Ia juga ingin agar kepala sekolah dan madrasah sama-sama berinovasi. “Mari kita jadikan dedikasi sebagai budaya, bukan beban. Dengan inovasi kecil yang konsisten, kolaborasi yang kuat dan pelayanan yang ikhlas, kita bersama-sama menguatkan LP Ma’arif NU PWNU DIY menuju Indonesia Emas. Kemenangan ini milik kita semua.”

Dari kategori karya akademis, Novida Sawitri, S.Pd., M.Pd. dinobatkan sebagai Juara I Guru Inspiratif Karya Akademis. Guru yang akrab disapa Bu Vidha ini telah menulis sekitar sepuluh buku, selain penelitian dan artikel, serta beberapa buku nonakademis seperti buku puisi. Salah satu karyanya adalah English Text Book for Grade 10 Based on Love-Based Curriculum yang banyak menggunakan simbol-simbol yang menggambarkan cinta.

“Saya sangat bersyukur atas prestasi yang telah didapat. Semoga bisa menginspirasi guru-guru Ma’arif NU DIY agar selalu berinovasi dan aktif dalam pengembangan sebagai guru. Dengan begitu kita bisa menyajikan pengajaran yang berkualitas kepada para murid,” tuturnya.

Sementara itu, Eka Etty Septiana, M.Pd.I. meraih Juara 1 Guru Inovatif Metode Pembelajaran melalui metode bernyanyi. “Bernyanyi membuat suasana belajar menjadi menyenangkan sehingga dapat menstimulus anak secara optimal. Saya mengubah lirik lagu tertentu menjadi materi pembelajaran dengan harapan murid akan lebih mudah memahami materi dan pembelajaran terkesan menyenangkan, sehingga dapat meningkatkan motivasi belajar murid,” jelasnya.

Ia mengaku bersyukur dan bahagia, lalu mengajak sesama guru, “Mari kita tingkatkan kualitas mengajar kita dengan memanfaatkan berbagai metode pembelajaran menyenangkan, sehingga murid menjadi antusias dalam mengikuti kegiatan belajar mengajar kita.”

Prestasi juga datang dari kategori nonakademik. Khairun Nisak, S.Pd. meraih Juara 3 Guru Inspiratif Nonakademik lewat karya puisi, di antaranya berjudul “Bunga Sejati”, “Asaku”, serta “Simfoni Sunyi di Bawah Langit Persahabatan”. Ia mengaku bangga karena hasil tulisan sederhananya dapat diapresiasi orang lain.

“Perasaan saya bahagia dan bersyukur, menjadi satu motivasi bagi saya untuk lebih banyak mencipta sebuah karya,” ujarnya. Ia juga berpesan kepada sesama guru, “Teruslah berkembang dan lebih menyadari tentang minat yang dimiliki dan terus diasah, karena bisa jadi itu menjadi satu penyemangat kita dalam melakukan pekerjaan kita sebagai guru yang dituntut untuk dapat bekerja dengan nyata.”

Keempat prestasi ini menunjukkan bahwa pendidik MA YAPPI Gubukrubuh mampu bersaing lewat kepemimpinan, karya tulis, seni, dan inovasi di dalam kelas. Semoga capaian ini menjadi penyemangat bagi seluruh guru dan kepala madrasah di lingkungan LP Ma’arif NU PWNU DIY untuk terus berinovasi dan berkarya, sehingga para murid mendapatkan pembelajaran yang bermutu dan menyenangkan.

You may also like

Leave a Comment

LP Ma’arif NU PWNU DIY adalah lembaga otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berfokus pada pengelolaan pendidikan. Sebagai bagian integral dari NU, LP Ma’arif NU PWNU DIY memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

LOCATION

Edtior's Picks

Latest Articles