Ma’News – Kulon Progo – 01/09/2026 Prestasi membanggakan berhasil diraih oleh murid SMK Ma’arif 1 Wates dalam Kompetisi Bahasa dan Sastra Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026. Fikhi Nur Alim dan Rafa Aditiya Pratama berhasil membawa pulang penghargaan pada cabang lomba yang berbeda, menambah deretan pencapaian sekolah ini di bidang seni dan budaya.
Kompetisi Bahasa dan Sastra Kabupaten Kulon Progo Tahun 2026 merupakan ajang pelestarian budaya yang diselenggarakan oleh Dinas Kebudayaan (Kundha Kabudayan) Kabupaten Kulon Progo. Bupati Kulon Progo, Dr. H. R. Agung Setyawan, S.T., M.Sc., M.M., menyampaikan bahwa ajang ini bertujuan melestarikan seni dan budaya daerah, sekaligus diharapkan mampu melahirkan talenta-talenta andal dari Kulon Progo yang dapat menjaga dan mengangkat nilai seni dan budaya lokal. Kompetisi tahun ini mendapat sambutan sangat baik, dengan melibatkan sebanyak 842 peserta dari kalangan anak-anak hingga remaja se-Kabupaten Kulon Progo.
Dari cabang Pranatacara, Fikhi Nur Alim, murid kelas XII TKJ 1, berhasil meraih Juara 3. Pranatacara sendiri merupakan sebutan untuk pembawa acara dalam bahasa dan adat budaya Jawa, yang bertugas memandu jalannya sebuah acara agar berlangsung tertib, lancar, dan sesuai tata cara adat yang berlaku. Menekuni bidang ini bukan perkara mudah, karena dibutuhkan penguasaan bahasa Jawa halus serta kepekaan membaca situasi selama acara berlangsung.
Sementara itu, dari cabang Maca Geguritan, Rafa Aditiya Pratama, murid kelas XI TITL, turut menyumbangkan Juara 3 bagi SMK Ma’arif 1 Wates. Maca Geguritan secara harfiah berarti membaca puisi Jawa, yang dalam konteks seni pertunjukan merujuk pada seni deklamasi atau pembacaan puisi modern berbahasa Jawa. Cabang ini menuntut penghayatan dan intonasi yang tepat agar makna puisi dapat tersampaikan dengan baik kepada penonton.
Rasa syukur turut disampaikan oleh kedua murid berprestasi ini. Fikhi Nur Alim mengungkapkan bahwa persiapannya tidak singkat. “Saya berlatih intonasi dan tata krama berbahasa Jawa berulang-ulang sebelum lomba. Alhamdulillah hasilnya sepadan dengan usaha yang saya lakukan,” ujarnya. Senada dengan itu, Rafa Aditiya Pratama juga menyampaikan kesannya. “Membaca geguritan itu bukan sekadar membaca, tapi harus benar-benar menghayati maknanya. Saya senang bisa membawa nama sekolah lewat cabang ini,” tuturnya.
Prestasi Fikhi Nur Alim dan Rafa Aditiya Pratama diharapkan menjadi motivasi bagi murid SMK Ma’arif 1 Wates lainnya untuk turut melestarikan bahasa dan budaya Jawa. Semoga semakin banyak talenta muda yang lahir dari sekolah ini, sekaligus menjaga agar seni dan budaya lokal Kulon Progo tetap hidup dan berkembang di tengah generasi muda.
