Ma’News – Yogyakarta – 10/07/2026 – Memasuki hari keempat karantina pada Kamis, 9 Juli 2026, suasana di Athaya Homestay, Wirobrajan semakin intensif. Para penulis buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) Tahun Pelajaran 2026/2027 berpacu dengan waktu untuk menuntaskan seluruh pekerjaan sebelum karantina berakhir. Fokus hari keempat mencakup tiga hal sekaligus revisi materi, penyempurnaan layout, hingga pembuatan desain cover yang menjadi wajah pertama setiap buku.
Di tengah kesibukan para penulis, Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum., dan K.H. Ahmad Dainuri Noor, B.A. hadir untuk mendampingi serta memberikan sejumlah revisi, khususnya pada materi jenjang SLTA. Masukan yang beliau sampaikan menjadi bahan penting yang langsung ditindaklanjuti oleh para penulis, sehingga kualitas konten keagamaan pada buku jenjang SLTA semakin tajam dan sesuai dengan harapan. Kehadiran beliau di sela-sela kesibukan para penulis menjadi penyemangat tersendiri untuk terus bekerja dengan serius hingga hari terakhir.
Sementara revisi materi berlangsung, sebagian penulis lainnya berkonsentrasi pada proses layouting dan pembuatan desain cover. Kedua pekerjaan ini bukan hal yang bisa dikerjakan asal-asalan, karena tampilan buku yang rapi dan cover yang menarik turut menentukan kesan pertama pembaca terhadap isi di dalamnya. Dengan pembagian kerja yang telah tersusun rapi sejak awal karantina, setiap penulis dapat bergerak secara paralel sehingga seluruh pekerjaan dapat diselesaikan tepat waktu.
Hari kelima, Jumat 10 Juli 2026, menjadi hari yang paling dinantikan. Setelah empat hari bekerja keras, seluruh naskah yang telah direvisi dan dilayout akhirnya memasuki tahapan cetak dummy. Dummy adalah bentuk fisik awal buku sebelum benar-benar dicetak secara massal, dan kehadirannya menjadi penanda bahwa proses panjang karantina ini telah mencapai garis akhirnya. Satu per satu para penulis pun berpamitan dan kembali ke rumah masing-masing, membawa rasa lega sekaligus bangga atas kerja keras yang telah mereka tunaikan selama lima hari penuh.
Meski karantina telah usai, perjalanan buku ini belum sepenuhnya selesai. Masih ada satu tahapan penting yang harus dilalui sebelum buku benar-benar siap dicetak, yaitu proofreading dummy dan revisi akhir.
Dummy yang telah tercetak akan dibaca dan diperiksa secara menyeluruh oleh Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. dan Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. Hasil proofreading ini nantinya akan menjadi dasar revisi terakhir sebelum buku dinyatakan final dan siap untuk dicetak serta didistribusikan ke seluruh satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU DIY.
Setelah karantina selesai, proses penyusunan buku belum berhenti di sini. Finalisasi penulisan dan layouting dijadwalkan berlangsung pada 13–16 Juli 2026, sebagai tahapan lanjutan untuk memastikan seluruh buku benar-benar sempurna sebelum masuk ke dalam antrean cetak.
Dengan jadwal yang telah tersusun rapi, diharapkan seluruh proses dapat berjalan lancar sehingga buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) ini sudah dapat diedarkan dan sampai ke tangan para guru dan siswa pada Agustus 2026.
Lima hari karantina yang penuh dedikasi ini menjadi bukti nyata keseriusan LP Ma’arif NU PWNU DIY dalam menghadirkan buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) yang berkualitas. Diharapkan seluruh proses yang masih tersisa, mulai dari proofreading hingga revisi akhir, dapat segera tuntas sehingga buku-buku ini siap hadir di tangan para guru dan siswa pada tahun pelajaran 2026/2027.
