Ma’News – Yogyakarta – 08/07/2026 – Hari kedua karantina berjalan dengan agenda yang berbeda dari sebelumnya. Karantina Penyusunan Buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) Tahun Pelajaran 2026/2027 kembali berlangsung pada Selasa, 7 Juli 2026 di Athaya Homestay, Wirobrajan, Kota Yogyakarta. Jika hari pertama berfokus pada review sebagian buku jenjang SD, hari kedua ini beralih ke review materi jenjang SLTP dan SLTA, sekaligus memberikan perhatian khusus pada aspek layout buku agar tampilan setiap halaman tetap rapi, konsisten, dan nyaman dibaca.
Menyesuaikan dengan agenda hari kedua yang lebih luas cakupannya, para pendamping yang hadir pun berbeda dari hari sebelumnya. Masing-masing membawa fokus yang spesifik sesuai keahlian dan tanggung jawabnya. Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum. selaku Ketua PWNU DIY hadir untuk mendampingi review materi buku jenjang SLTA, bersama Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si. selaku Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY yang juga berfokus pada materi jenjang SLTA.
Sementara itu, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., selaku Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY mengambil peran penting dalam memastikan layout buku tetap rapi dan konsisten di setiap halamannya. Adapun untuk materi jenjang SLTP, pendampingan dilakukan oleh Dr. Nurliadin, M.Pd. yang secara khusus menelaah kesesuaian dan kualitas isi materi pada jenjang tersebut.
Sesi review materi SLTA menjadi salah satu fokus utama di hari kedua ini. Di bawah pendampingan Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum., dan juga Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si., naskah buku untuk tingkat SMA sederajat ditelaah secara mendalam dari sisi keakuratan konten keagamaan, relevansi dengan kehidupan siswa, serta kesesuaiannya dengan kurikulum yang telah ditetapkan. Kehadiran dua tokoh dengan latar belakang keilmuan yang saling melengkapi ini menjadi jaminan bahwa materi SLTA yang dihasilkan benar-benar berkualitas dan layak menjadi pegangan bagi para siswa dan guru.
Bersamaan dengan itu, review materi jenjang SLTP berlangsung secara paralel di bawah pendampingan Dr. Nurliadin, M.Pd. Beliau menelaah kesesuaian isi materi dengan tingkat pemahaman dan kebutuhan siswa jenjang MTs sederajat, memastikan setiap materi tersaji secara tepat sasaran dan mudah dicerna oleh peserta didik. Proses review yang berjalan bersamaan ini mencerminkan efisiensi kerja yang terencana dengan baik, sehingga target penyelesaian seluruh buku dapat tercapai dalam waktu yang telah ditetapkan.
Selain review materi, hari kedua ini juga menaruh perhatian serius pada aspek layout buku yang kerap luput dari perhatian namun sesungguhnya sangat menentukan kenyamanan membaca, apalagi buku ajar untuk murid. Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum. secara cermat memastikan bahwa tampilan setiap halaman buku tersaji secara rapi dan konsisten, mulai dari tata letak teks, pemilihan ukuran huruf, hingga keserasian elemen visual yang ada. Buku yang baik bukan hanya soal isi yang benar, tetapi juga soal tampilan yang memudahkan pembaca, terutama para siswa, untuk memahami dan menikmati setiap halaman yang mereka baca.
Dengan berlangsungnya hari kedua yang produktif ini, proses penyusunan buku Pendidikan Ke-NU-an (Ahlusunnah wal Jama’ah an-Nahdliyyah) semakin menunjukkan kemajuan yang nyata. Diharapkan sisa hari karantina dapat dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh seluruh penulis dan pendamping, sehingga kesembilan buku yang mencakup kelas 4 SD hingga kelas 12 SMA dapat tuntas dengan kualitas terbaik. Pada akhirnya, buku-buku ini diharapkan menjadi rujukan yang kuat dan bermakna bagi para guru dan siswa di seluruh satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU DIY.
