Home Ma'NewsBerita Terkini LP Ma’arif NU PWNU DIY Resmi Buka Talent Pool Training Level I Angkatan 01 di Gedung DPRD DIY, Komitmen Perkuat Kaderisasi dan Ideologi Aswaja

LP Ma’arif NU PWNU DIY Resmi Buka Talent Pool Training Level I Angkatan 01 di Gedung DPRD DIY, Komitmen Perkuat Kaderisasi dan Ideologi Aswaja

by timpublikasilpmnudiy.AG.
0 comment

Ma’News – Yogyakarta – 08/02/2026 – Sebagai langkah strategis dalam memperkuat kaderisasi dan ideologisasi pendidikan, LP Ma’arif NU PWNU DIY secara resmi membuka kegiatan Talent Pool Training (TPT) Level I Angkatan 01 pada Ahad, 08 Februari 2026, bertempat di Ruang Banggar Lantai 2 Gedung DPRD Daerah Istimewa Yogyakarta. Kegiatan yang akan diselenggarakan dari tanggal 08 Februari sampai 14 Maret 2026 ini merupakan upaya sistematis menyiapkan kader-kader pendidikan Ma’arif yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga kokoh dalam ideologi Ahlussunnah wal Jama’ah an-Nahdliyah.

TPT Level I menjadi gerbang awal kaderisasi terstruktur yang dirancang untuk menjawab kebutuhan riil lembaga sekaligus menyiapkan kepemimpinan masa depan di lingkungan LP Ma’arif NU DIY.

Dalam suasana yang khidmat dan penuh semangat, pembukaan dihadiri oleh jajaran pengurus PWNU DIY, pengurus LP Ma’arif NU PWNU DIY, para pemateri, fasilitator, serta peserta dari berbagai satuan pendidikan Ma’arif NU PWNU DIY. Adapun yang hadir pada acara ini antara lain Drs. K.H. Mas’ud Masduki selaku Rais Syuriah PWNU DIY, Dr. Muhajir, M.Si., selaku Sekretaris PWNU DIY, Dr. H. Fahmi Akbar Idris, SE., M.M., Prof. Dr. H. Arif Rohman, M.Si., selaku Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., selaku Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY beserta jajarannya, serta fasilitator dan peserta TPT Level I angkatan 01.

Kegiatan dipandu oleh MC tiga bahasa. Suasana semakin semarak ketika seluruh hadirin menyanyikan lagu kebangsaan, Mars Syubbanul Wathan, dan Mars Ma’arif. Rangkaian pembukaan kemudian ditutup dengan doa bersama yang dipimpin oleh Syuriah PWNU DIY, Drs. K.H. Mas’ud Masduk.

Setelah seremoni pembukaan, Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., menyampaikan laporan panitia sekaligus orientasi program TPT Level I. Beliau menegaskan bahwa Talent Pool Training lahir dari kebutuhan nyata akan kaderisasi yang terstruktur, terukur, dan berjenjang. Menurutnya, selama ini pembekalan kader masih bersifat sporadis, sementara tantangan lembaga semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, TPT ini dirancang sebagai sistem kaderisasi berbasis data dan rekam jejak melalui Talenta NUIST.

Lebih lanjut, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., memaparkan bahwa TPT Level I merupakan tahap orientasi ideologi dan organisasi. Peserta dituntut hadir 100 persen, menyelesaikan tugas individu dan kelompok dengan standar minimal, serta siap menerima penugasan tanpa syarat. Kader Ma’arif harus memiliki kesadaran layanan, bukan kekuasaan, serta memahami empat komponen utama: ideologi, tata kelola, organisasi, dan kepemimpinan. Dengan demikian, TPT bukan sekadar pelatihan, melainkan proses pembentukan karakter kader.

banner

Mewakili PWNU DIY, sambutan disampaikan oleh Dr. Muhajir, M.Si., selaku Sekretaris PWNU DIY. Dalam arahannya, beliau menegaskan bahwa Talent Pool Training merupakan kewajiban bersama, karena pertama, seluruh yang hadir adalah bagian dari dunia pendidikan; kedua, pendidikan memiliki mandat untuk mempromosikan dan mentransmisikan pengetahuan kepada masyarakat dan ketiga, lembaga pendidikan harus mampu memfasilitasi tumbuhnya potensi umat.

PWNU DIY menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada LP Ma’arif NU PWNU DIY atas terselenggaranya kegiatan ini, serta berharap seluruh peserta dapat mengikuti proses pelatihan dengan penuh antusias dan kegembiraan.

Memperkuat arah kaderisasi tersebut, keynote speech disampaikan oleh Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. H. Fahmi Akbar Idris, SE., M.M. Dalam pesannya, beliau menegaskan bahwa TPT merupakan modal dasar yang harus dikembangkan sebaik-baiknya. Setelah mengikuti pelatihan ini, kader Ma’arif harus berani melangkah ke depan, tidak takut lelah, dan siap membuka wawasan baru. TPT, menurutnya, harus menjadi ruang pembelajaran yang membentuk keberanian, ketangguhan, dan visi strategis kader dalam mengelola satuan pendidikan.

Memasuki sesi materi, Prof. Dr. H. Arif Rohman, M.Si. menyampaikan materi tentang Ideologi Aswaja, Pendidikan NU, dan Kedudukan LP Ma’arif NU. Ia menjelaskan bahwa Ahlussunnah wal Jama’ah merupakan manhaj keagamaan mayoritas umat Islam yang berpegang pada Al-Qur’an, Sunnah, Ijma’, dan Qiyas. Prinsip tawassuth (moderat), tawazun (seimbang), tasamuh (toleran), dan i’tidal (adil) menjadi fondasi berpikir dan bertindak warga Nahdliyin.

Dalam konteks pendidikan, LP Ma’arif NU memiliki posisi strategis sebagai agen transmisi nilai dan ideologi Aswaja kepada generasi muda.

Lebih dalam, Prof. Dr. H. Arif Rohman, M.Si. menekankan bahwa pendidikan Ma’arif bukan hanya transfer ilmu, tetapi reproduksi nilai dan pembentukan identitas keagamaan serta kebangsaan. Aswaja dipahami melalui integrasi wahyu (naql), akal (‘aql), dan pengalaman spiritual (tajribah ruhaniyyah). Dengan kerangka ini, pendidikan Ma’arif harus mampu menjaga keseimbangannya.

Selanjutnya, Dr. H. Abdul Mughits, M.Ag. mengangkat tema “NU sebagai Jalan Hidup, Cara Berpikir, dan Bertindak”. Ia menjelaskan bahwa Nahdlatul Ulama tidak hanya berfungsi sebagai organisasi keagamaan, tetapi juga menjadi rujukan nilai dan cara berpikir bagi warganya. Ber-NU berarti berpegang pada ajaran Ahlussunnah wal Jama’ah serta berkontribusi positif dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Dalam pemaparannya, Dr. H. Abdul Mughits, M.Ag. juga menguraikan makna Ahlussunnah wal Jama’ah sebagai golongan yang mengikuti Sunnah Nabi dan para sahabat, menjaga kebersamaan (al-jama’ah), serta menjunjung tinggi sikap saling toleransi. Ia menegaskan pentingnya menjaga persatuan, moderasi, dan komitmen kebangsaan sebagai wujud implementasi nilai Aswaja dalam kehidupan bernegara.

Materi ketiga kembali disampaikan oleh Prof. Dr. H. Arif Rohman, M.Si. tentang Peran, Mandat, dan Tanggung Jawab LP Ma’arif NU dalam Ideologisasi dan Organisasi. Ia menegaskan bahwa LP Ma’arif NU memiliki mandat organisatoris dalam pengelolaan lembaga, mandat pendidikan dalam pengembangan kurikulum dan mutu, serta mandat sosial dalam penguatan moderasi Islam dan kebangsaan. Ideologisasi Aswaja harus terinternalisasi dalam kurikulum, manajemen sekolah, dan budaya organisasi.

Lebih lanjut, beliau menekankan pentingnya penguatan tata kelola, manajemen SDM, dan adaptasi terhadap tantangan digitalisasi. LP Ma’arif NU PWNU DIY harus responsif terhadap kompetisi pendidikan modern tanpa kehilangan ruh ideologisnya. Dengan pengelolaan yang profesional dan berlandaskan nilai Aswaja, lembaga pendidikan Ma’arif diharapkan mampu menjadi model pendidikan Islam moderat yang relevan dengan perkembangan zaman.

Sebagai penutup, pembukaan Talent Pool Training Level I ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal perjalanan panjang kaderisasi strategis LP Ma’arif NU PWNU DIY. Besar harapannya, melalui TPT ini lahir kader-kader pendidikan Ma’arif yang tangguh secara ideologis, profesional dalam tata kelola, serta berani mengambil peran dalam membangun satuan pendidikan dan peradaban. Dengan semangat khidmah dan loyalitas, TPT Level I diharapkan menjadi fondasi kuat bagi penguatan mutu satpen, lembaga, dan Nahdlatul Ulama di masa depan.

You may also like

Leave a Comment

LP Ma’arif NU PWNU DIY adalah lembaga otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berfokus pada pengelolaan pendidikan. Sebagai bagian integral dari NU, LP Ma’arif NU PWNU DIY memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

LOCATION

Edtior's Picks

Latest Articles