Home Ma'NewsBerita Terkini Semarak Hari Santri 2026: Kekompakan Sekolah dan Madrasah LP Ma’arif NU PWNU DIY se-Gunungkidul Gemakan Resolusi Jihad

Semarak Hari Santri 2026: Kekompakan Sekolah dan Madrasah LP Ma’arif NU PWNU DIY se-Gunungkidul Gemakan Resolusi Jihad

by timpublikasilpmnudiy.AG.
0 comment

Peringatan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 mewarnai jantung Kabupaten Gunungkidul dengan penuh semangat dan kekhidmatan. Satuan pendidikan di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU DIY di wilayah ini menyemarakkan HSN 2026. Sedikitnya terdapat 12 sekolah dan madrasah yang berpartisipasi, yakni SMA Pembangunan 1 Wonosari, SMK Ma’arif Wonosari, SMK YAPPI Wonosari, SMA-SMK Pembangunan Karangmojo, SMA Pembangunan 3 Ponjong, SMK Ma’arif Ponjong, SMK Ma’arif Playen, MA YAPPI Gubukrubuh, SMK Ma’arif Semanu, SMK Ma’arif Ngawen, dan MA Ma’arif Nglipar.

Menjadi pusat kemeriahan, Alun-Alun Kabupaten Gunungkidul dipadati oleh ribuan santri dan pelajar yang mengikuti apel akbar. Upacara besar ini dipimpin langsung oleh Bupati Gunungkidul dan berlangsung dengan khidmat.

Momen kebersamaan di tanah lapang ini bukan sekadar rutinitas seremonial, melainkan menjadi wadah untuk meresapi kembali amanat perjuangan yang dititipkan oleh para kiai pendahulu, sebagaimana yang digaungkan dalam pesan Ketua Umum PBNU, KH. Abdul Hakim Mahfudz, pada peringatan tahun 2026.

Menilik jauh ke belakang sebagaimana amanat Ketua Umum PBNU, kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945 sempat kembali terancam oleh kedatangan tentara Sekutu dan NICA. Di tengah krisis tersebut, Bung Karno meminta fatwa kepada Hadratussyaikh KH. Hasyim Asy’ari.

Lahirlah jawaban tegas bahwa membela tanah air dari penjajah adalah fardhu ‘ain bagi setiap muslim. Fatwa yang dikeluarkan pada 17 September 1945 ini kemudian mengkristal menjadi Resolusi Jihad pada 22 Oktober 1945, sebuah seruan heroik yang berhasil menyatukan kekuatan santri dan rakyat—meski dengan senjata seadanya—untuk memukul mundur pasukan Sekutu di Surabaya.

Relevansi dari heroisme masa lalu tersebut terus digaungkan hingga kini untuk menghadapi tantangan zaman yang berbeda. Dalam amanatnya, Ketua Umum PBNU mengingatkan bahwa di tengah arus perubahan global yang bergerak sangat cepat, bangsa Indonesia rentan terbawa arus ketidakpastian.

Oleh karena itu, pengakuan negara melalui Keppres No. 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri harus dimaknai sebagai momentum untuk menancapkan akar spiritual dan tradisi yang kuat. Bekal ini amat penting bagi generasi muda, khususnya para santri, untuk ber-cancut taliwondo (bersiap sedia) merawat keutuhan dan persatuan negara.

Semangat yang selaras dengan pesan tersebut juga diejawantahkan secara apik dan kondisional oleh masing-masing sekolah. Di SMK YAPPI Wonosari, peringatan dipusatkan di lapangan sekolah bagi siswa kelas X dan XI, sementara 50 murid perwakilan dikirim secara khusus untuk mengikuti upacara di Alun-Alun Kabupaten. Usai pelaksanaan apel terpusat, sebagian besar sekolah memilih untuk kembali membiasakan kedisiplinan dengan melanjutkan Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) seperti biasa, sementara beberapa lainnya melaksanakan ujian maupun Tes Kemampuan Akademik (TKA).

Pendalaman nilai-nilai keagamaan dan kecintaan terhadap Al-Qur’an turut menjadi sorotan utama dalam peringatan ini. Di MA YAPPI Gubukrubuh, kembalinya para siswa dari upacara di alun-alun langsung disambut dengan kegiatan Tasmi’ bil Ghoib, yakni tradisi memperdengarkan hafalan Al-Qur’an tanpa melihat mushaf di hadapan para penguji.

Nilai luhur serupa juga ditanamkan oleh SMK Ma’arif Semanu yang merangkai peringatan HSN dengan kegiatan Baca Tulis Qur’an (BTQ) pada hari Jumat. Melibatkan seluruh siswa dan guru, kegiatan tersebut mengusung tema penuh makna, “Skill Mumpuni Berhati Qur’ani“.

Melalui perayaan ini, besar harapan agar esensi Hari Santri dapat terus hidup di sanubari para pelajar. Ke depannya, generasi muda dari sekolah-sekolah Ma’arif NU di Gunungkidul diharapkan mampu memadukan keterampilan teknis kejuruan dengan kekokohan mental spiritual. Dengan fondasi akhlak yang baik dan daya juang warisan ulama, mereka diyakini akan tumbuh menjadi pilar-pilar penting yang berkontribusi nyata bagi kemajuan agama, bangsa, dan negara.

banner

You may also like

Leave a Comment

LP Ma’arif NU PWNU DIY adalah lembaga otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berfokus pada pengelolaan pendidikan. Sebagai bagian integral dari NU, LP Ma’arif NU PWNU DIY memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

LOCATION

Edtior's Picks

Latest Articles