Ma’News – Kulon Progo – 24/09/2026 Kabupaten Kulon Progo menjadi salah satu wilayah dengan jumlah satuan pendidikan Ma’arif NU terbanyak di Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada Sabtu, 19 September 2026, semua sekolah dan madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU di wilayah ini serentak menggelar upacara peringatan Hari Lahir (Harlah) LP Ma’arif NU yang ke-97 dengan penuh khidmat. Tercatat ada sembilan satuan pendidikan yang ikut merayakan, yakni SMA Ma’arif Wates, SMK Ma’arif 1 Wates, SMK Ma’arif 3 Wates, SMK Ma’arif 1 Temon, SMK Ma’arif 2 Temon, SMK Ma’arif 1 Nanggulan, SMK Ma’arif 1 Kalibawang, SMK Ma’arif Nurul Haromain, dan MA Ma’arif Nurul Haromain.
Harlah ke-97 LP Ma’arif NU yang jatuh pada 19 September 2026 ini mengusung tema “Menginspirasi Negeri, Membangun Peradaban”. Tema ini bukan sekadar slogan, melainkan ajakan nyata bagi seluruh warga Ma’arif NU untuk merefleksikan peran pendidikan Ma’arif NU yang telah hampir satu abad mengabdi, sejak kelahirannya pada 19 September 1929 dalam rangkaian Muktamar NU keempat di Semarang.
Ada beberapa sekolah/madrasah yang berada dalam satu kompleks seperti SMA Ma’arif Wates dan SMK Ma’arif 3 Wates, serta SMK dan MA Ma’arif Nurul Haromain. Mereka menggelar upacara secara bersama-sama, menjadikan momen Harlah semakin terasa hangat dan penuh kebersamaan. Keakraban antarsiswa dan guru dari dua sekolah yang berdampingan ini mencerminkan semangat persatuan yang menjadi salah satu nilai utama Ma’arif NU DIY.
Dalam upacara di masing-masing sekolah, Sambutan Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., dibacakan serentak oleh para Kepala Sekolah dan Kepala Madrasah. Dalam amanat tersebut, beliau menegaskan bahwa anak Ma’arif NU harus memiliki dua hal sekaligus: akar yang kuat agar tahu dari mana ia berasal dan untuk apa ilmunya digunakan, serta sayap yang lebar agar mampu menghadapi perubahan dan berdiri sejajar dengan siapa pun.
Di tengah dunia yang penuh ketidakpastian, Ma’arif NU dituntut membangun lembaga yang tangguh melalui penguatan tata kelola, kaderisasi, dan kemandirian bersama. Beliau juga menekankan bahwa nilai-nilai kejujuran, tanggung jawab, dan adab tidak boleh luntur meski zaman terus berubah. Kader Ma’arif didorong untuk hadir di ruang digital sebagai pembawa nilai Aswaja yang cerdas dan argumentatif, bukan sekadar pengikut arus. Mengutip QS Ar-Ra’d ayat 11, beliau mengingatkan bahwa perubahan harus diupayakan sendiri, tidak cukup hanya ditunggu.
Perayaan Harlah di SMK Ma’arif 1 Wates, salah satu sekolah Ma’arif NU DIY terbesar di Kulon Progo, berlangsung dengan tambahan momen yang membanggakan. Usai pelaksanaan upacara, sekolah ini memberikan penghargaan kepada murid-murid yang telah menorehkan prestasi sebagai Juara 3 Formasi Terbaik Putra. Pemberian penghargaan dalam momentum Harlah ini menjadi simbol nyata bahwa semangat berprestasi dan nilai-nilai Ma’arif NU berjalan beriringan.
semakin solid dalam bergandengan tangan, sebagaimana tercermin dari upacara bersama yang digelar SMA Ma’arif Wates dan SMK Ma’arif 3 Wates. Semoga semangat kebersamaan, prestasi, dan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama’ah An-Nahdliyah terus menjadi ruh yang menggerakkan setiap langkah pendidikan Ma’arif NU di bumi Kulon Progo menuju generasi yang berilmu, berkarakter, dan bermanfaat bagi umat dan bangsa.