Home Ma'NewsBerita Terkini Ujian Akhir TPT Level I di Gedung DPD RI DIY: Menguatkan Kompetensi Serta Meneguhkan Komitmen Kepemimpinan

Ujian Akhir TPT Level I di Gedung DPD RI DIY: Menguatkan Kompetensi Serta Meneguhkan Komitmen Kepemimpinan

by timpublikasilpmnudiy.AG.
0 comment

Ma’News – Yogyakarta – 16/03/2026 – Mengakhiri rangkaian panjang pelatihan, Talent Pool Training (TPT) Level I LP Ma’arif NU PWNU DIY memasuki fase krusial yang menentukan kualitas dan kesiapan para peserta sebagai calon pemimpin satuan pendidikan di lingkungan LP Ma’arif NU PWNU DIY. Pada Sabtu, 14 Maret 2026, kegiatan ujian akhir diselenggarakan di Gedung DPD RI DIY dengan fokus pada ujian berbasis online dan presentasi produk materi, yang mencakup bidang Ideologi-Organisasi, Tata Kelola, Layanan, dan Kepemimpinan.

Sebagai tahapan seleksi yang komprehensif, kegiatan ini diikuti oleh peserta TPT Level I Angkatan 01 yang tetap bertahan hingga akhir pelatihan. Mereka menunjukkan komitmen kuat dalam mengembangkan kompetensi diri melalui berbagai proses pembelajaran yang telah dilalui sebelumnya, sehingga ujian ini menjadi ruang aktualisasi sekaligus pembuktian capaian belajar.

Mengawali rangkaian ujian, peserta terlebih dahulu mendapatkan arahan teknis presentasi produk. Penjelasan tersebut disampaikan oleh Andriyan Wuryantini, M.Pd., selaku fasilitator, guna memastikan seluruh peserta memahami mekanisme dan standar penilaian. Setelah itu, peserta mengikuti ujian berbasis online secara individu yang dilaksanakan di tiga ruangan berbeda untuk menjaga fokus dan objektivitas pelaksanaan.

Memasuki tahap berikutnya, presentasi produk materi menjadi ajang unjuk kompetensi kolaboratif tiap kelompok. Sebanyak sembilan kelompok mempresentasikan hasil kajian mereka secara bergantian dalam dua sesi yang terbagi ke dalam beberapa ruangan. Pada sesi pertama, penilaian dilakukan oleh Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si., Dr. Abdul Mughits, M.Ag., yang menilai di ruangan Ideologi-Organisasi. Kemudian Dr. Sugiyanta, M.Pd., dan Dr. Kiromim Baroroh, M.Pd., yang menilai di ruangan Tata Kelola sementara sesi kedua melanjutkan penilaian pada bidang layanan dan kepemimpinan oleh para penguji yang telah ditentukan.

Sebagai penutup kegiatan hari pertama, peserta mendapatkan penguatan sekaligus motivasi dari Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya kesiapan mental, kemampuan adaptasi, serta integritas dalam menjalankan tugas sebagai kepala sekolah. Peserta diingatkan bahwa tantangan di lapangan akan membutuhkan ketangguhan dan bekal kompetensi yang telah diperoleh selama pelatihan.

banner

Melanjutkan proses penilaian, pada Senin, 16 Maret 2026 dilaksanakan ujian remidi sebagai bentuk kesempatan perbaikan bagi peserta. Ujian ini berbentuk tertulis dengan durasi sekitar 90 menit dan dilaksanakan di tiga ruangan berbeda. Setelah pelaksanaan ujian, dilakukan proses penghitungan dan analisis nilai sebagai dasar penentuan kelulusan peserta.

Sebagai bagian dari proses yang akuntabel, penentuan kelulusan dilakukan melalui rapat bersama yang melibatkan tim, narasumber, dan fasilitator. Kegiatan ini diawali dengan laporan hasil ujian, dilanjutkan dengan musyawarah untuk menetapkan peserta yang dinyatakan lulus.

Proses ini didampingi oleh Dr. Fahmy Akbar Idries, M.M., dan Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si., selaku Pembina LP Ma’arif NU PWNU untuk memastikan bahwa setiap keputusan diambil secara objektif dan berdasarkan capaian kompetensi yang terukur.

Tidak berhenti pada penilaian, kegiatan dilanjutkan dengan sesi prospeksi, proyeksi, dan penugasan kader sebagai langkah strategis pasca pelatihan. Dalam sesi ini, Dr. Hilmy Muhammad, M.A., menekankan pentingnya meneladani sikap welas asih dalam kepemimpinan, khususnya bagi para pendidik. Nilai empati dan kepedulian menjadi fondasi utama dalam membangun lingkungan pendidikan yang humanis.

Selanjutnya, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., menyampaikan arah kebijakan terkait proyeksi penugasan peserta yang lulus. Beberapa peserta diproyeksikan untuk mengisi posisi strategis di berbagai satuan pendidikan Ma’arif NU DIY.

Mekanisme penempatan dilakukan melalui seleksi terbuka (lelang jabatan) pada sejumlah sekolah, sehingga setiap peserta dituntut siap keluar dari zona nyaman dan menghadapi tantangan baru dalam pengembangan kariernya.

Menariknya, pengalaman selama mengikuti TPT Level I memberikan kesan mendalam bagi para peserta. Rustyaningsih, M.Pd., mengungkapkan bahwa momen tanya jawab dengan narasumber serta tugas analisis permasalahan sekolah menjadi pengalaman paling berkesan karena sangat relevan dengan kondisi nyata di lapangan.

Senada dengan itu, Diah Evika Ratna Dewi, S.Pd.Si., menyoroti tantangan ujian yang menuntut kecepatan berpikir, sekaligus menegaskan pentingnya penerapan layanan dengan indikator TERRA CCACC di sekolah.

Budi Santosa, S.Pd., juga menyampaikan bahwa materi kepemimpinan menjadi bagian paling berkesan karena aplikatif dan berdampak langsung pada praktik keseharian.

Lebih lanjut, peserta lain menyoroti pengalaman kolaboratif dan dinamika proses belajar selama pelatihan. Yani Rismawati, S.Pd.Si., menilai sesi presentasi kelompok sebagai momen terbaik untuk mengasah kemampuan berpendapat dan berargumentasi. Sementara itu, Ambar Setyawati, S.Pd.Ing., menggambarkan bagaimana dinamika kerja tim yang beragam justru menjadi sarana pembelajaran kolaborasi yang nyata dan penuh tantangan.

Sementara itu, Dewi Astuti, M.Pd., siap mencerminkan semangat dalam menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Di sisi lain, Galih Septyan, S.Pd.T., menekankan pentingnya studi kasus nyata dalam melatih ketepatan analisis dan pengambilan keputusan di lingkungan sekolah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana kebersamaan terbangun melalui kegiatan buka bersama yang diisi dengan tausiyah dan doa yang dibawakan oleh K.H. Drs. Mas’ud Masduki selaku Rais Syuriah PWNU DIY. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antar peserta, panitia, dan narasumber setelah melalui proses panjang pelatihan dan evaluasi.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian Ujian Akhir dan Remidi TPT Level I ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemimpin pendidikan yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

Budi Santosa, S.Pd., juga menyampaikan bahwa materi kepemimpinan menjadi bagian paling berkesan karena aplikatif dan berdampak langsung pada praktik keseharian.

Lebih lanjut, peserta lain menyoroti pengalaman kolaboratif dan dinamika proses belajar selama pelatihan. Yani Rismawati, S.Pd.Si., menilai sesi presentasi kelompok sebagai momen terbaik untuk mengasah kemampuan berpendapat dan berargumentasi. Sementara itu, Ambar Setyawati, S.Pd.Ing., menggambarkan bagaimana dinamika kerja tim yang beragam justru menjadi sarana pembelajaran kolaborasi yang nyata dan penuh tantangan.

Sementara itu, Dewi Astuti, M.Pd., siap mencerminkan semangat dalam menyelesaikan seluruh rangkaian pelatihan. Di sisi lain, Galih Septyan, S.Pd.T., menekankan pentingnya studi kasus nyata dalam melatih ketepatan analisis dan pengambilan keputusan di lingkungan sekolah.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, suasana kebersamaan terbangun melalui kegiatan buka bersama yang diisi dengan tausiyah dan doa yang dibawakan oleh K.H. Drs. Mas’ud Masduki selaku Rais Syuriah PWNU DIY. Momentum ini tidak hanya menjadi ajang refleksi spiritual, tetapi juga mempererat hubungan antar peserta, panitia, dan narasumber setelah melalui proses panjang pelatihan dan evaluasi.

Pada akhirnya, seluruh rangkaian Ujian Akhir dan Remidi TPT Level I ini diharapkan mampu melahirkan kader-kader pemimpin pendidikan yang tidak hanya kompeten secara manajerial, tetapi juga memiliki integritas, empati, serta komitmen tinggi dalam meningkatkan mutu layanan pendidikan.

You may also like

Leave a Comment

LP Ma’arif NU PWNU DIY adalah lembaga otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berfokus pada pengelolaan pendidikan. Sebagai bagian integral dari NU, LP Ma’arif NU PWNU DIY memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

LOCATION

Edtior's Picks

Latest Articles