Ma’News – Yogyakarta – 31/12/2025 – LP Ma’arif NU PWNU DIY bersama SAKO Pandu Ma’arif NU DIY menggelar pertemuan penting guna melaporkan hasil pelaksanaan kegiatan kemah yang baru saja usai. Bertempat di Ruang Serbaguna Gedung DPD RI DIY pada Rabu, 31 Desember 2025, agenda ini merupakan momen refleksi sekaligus penyampaian laporan pertanggungjawaban atas partisipasi kontingen DIY dalam ajang perkemahan di Jawa Tengah tepatnya di Kota Semarang pada tanggal 15-19 Desember 2025.
Kehadiran tokoh-tokoh penting dalam forum ini menegaskan betapa strategisnya peran kepanduan dalam pendidikan karakter di lingkungan Nahdlatul Ulama. Hadir secara langsung Prof. Dr. Arif Rohman, M.Si., selaku Pembina LP Ma’arif NU PWNU DIY, dan Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY yang juga menjabat sebagai Ketua Majelis Pembimbing SAKO Pandu Ma’arif NU DIY beserta jajarannya.
Turut hadir pula Taufiq Ahmad Soleh, M.A., Ketua SAKO Pandu Ma’arif NU DIY beserta jajaran pengurus, serta para Kepala Sekolah dan Madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU DIY yang memberikan dukungan penuh bagi keberlangsungan kegiatan ini.

Laporan utama disampaikan langsung oleh Taufik A. Soleh, M.A. Beliau menyoroti partisipasi kontingen DIY dalam “Kemah Perdamaian dan Kemanusiaan” yang telah dilaksanakan di Bumi Perkemahan Puskepram Candra Birawa, Gunungpati, Semarang dengan mengusung tema besar “Merawat Jagad Mencintai Lingkungan untuk Masa Depan”.
Beliau menjabarkan secara komprehensif tahapan kegiatan yang diawali dengan persiapan matang melalui serangkaian latihan intensif dan rapat koordinasi sejak bulan Oktober.
Sebanyak 48 peserta didik dari seluruh sekolah/madrasah di bawah naungan LP Ma’arif NU PWNU DIY berkolaborasi serta menjawab tantangan lintas budaya demi memperkuat karakter kepemimpinan generasi muda.
Di sisi tata kelola, transparansi dan akuntabilitas menjadi pegangan utama panitia. Terkait aspek pembiayaan, dilaporkan bahwa partisipasi iuran dari sekolah-sekolah telah tercatat dan dilaporkan dengan sangat baik. Seluruh dana yang terkumpul dikelola secara efisien dan digunakan semata-mata untuk memastikan kelancaran kegiatan serta kenyamanan peserta selama berkemah.
Dalam sesi pengarahan, Prof. Arif memberikan arahan strategis agar kedepannya perlu disusun standar mutu yang jelas bagi SAKO Pandu Ma’arif DIY. Ia juga menyarankan agar SAKO dikembangkan lebih serius dengan menciptakan ikon-ikon khusus yang dapat menjadikan SAKO sebagai identitas yang unik dan membanggakan di lingkungan NU.
Senada dengan hal tersebut, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., turut memberikan apresiasi dan pandangan visionernya.
“Perkemahan ini sangat bagus dalam melatih karakter siswa, mulai dari kerja sama, kemandirian, kepemimpinan, kedisiplinan, hingga cinta lingkungan,” ujarnya. Sebagai tindak lanjut, beliau mendorong agar anak-anak yang berprestasi dalam kemah ini dapat ditampilkan kembali di berbagai forum sebagai bentuk apresiasi dan inspirasi.
Beliau juga menargetkan agar kedepannya SAKO menjadi kegiatan wajib bagi semua sekolah, di mana setiap sekolah memiliki pembina dan target yang jelas, bahkan membentuk tim ahli serta mengadakan kegiatan rutin setiap dua minggu sekali.

Kontingen DIY berhasil membawa pulang sederet prestasi yang membanggakan antara lain Juara 1 Lomba Melukis Putra yang diraih oleh Akbar dari SMA Sunan Kalijaga, serta Juara 1 Kuliner Nusantara yang ditorehkan oleh Iqliman dari SMK Nurul Haromain dan Wakhid dari SMK Yappi Wonosari. Tak berhenti di situ, kekompakan seluruh peserta juga membuahkan hasil manis dengan diraihnya Juara 2 Dalam Karnaval Budaya dengan membawakan Bergodo.
Iqliman Rendy P. (SMK Nurul Haromain), Khoirussabri M. (SMA Ma’arif Wates), Jalu Seta A. (MA Ma’arif Nglipar), Alwi Luman Saadi (SMK Ma’arif 1 Kota Yogyakarta), Rafli Anjar Secario (SMK Pembangunan Karangmojo), menampilkan tarian Jathilan dan meraih Juara 3 Pentas Seni Putra.
Menatap masa depan, besar harapan agar SAKO Pandu Ma’arif NU DIY dapat terus berkembang sesuai arahan para pembina. Dengan demikian, SAKO Pandu Ma’arif NU DIY tidak hanya menjadi pelengkap, tetapi menjadi pilar utama dalam mencetak generasi penerus yang berkarakter kuat.

