Ma’News – Yogyakarta – 16/02/2026 – Sebagai ungkapan syukur atas perjalanan panjang lembaga, SMK Ma’arif 2 Sleman menggelar Pengajian Akbar sekaligus peresmian gedung baru dalam rangka Hari Lahir (Harlah) ke-37, Senin, 16 Februari 2026, di Kampus SMK Ma’arif 2 Sleman. Kegiatan ini menjadi momentum refleksi sekaligus peneguhan komitmen sekolah dalam meningkatkan kualitas pendidikan vokasi berbasis nilai-nilai keislaman dan kemandirian ekonomi.
Mengawali rangkaian acara dengan nuansa religius dan semangat kebersamaan, penampilan Grup Hadroh Lang-Lang Buana membuka kegiatan dengan lantunan shalawat yang khidmat. Suasana semakin khusyuk saat pembacaan Ayat Kursi oleh Fitriyatus Sholihah, S.Pd., dilanjutkan menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Syubbanul Wathon, dan Mars Ma’arif sebagai peneguhan semangat kebangsaan dan ke-NU-an.

Memasuki sesi sambutan, Plt. Kepala SMK Ma’arif 2 Sleman, Dra. Atik Sunaryati, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih kepada seluruh keluarga besar sekolah, para orang tua siswa, alumni, serta tamu undangan yang telah hadir dan mendukung perjalanan sekolah hingga usia ke-37 tahun. Ia berharap momentum harlah dan peresmian gedung baru ini menjadi awal penguatan layanan pendidikan, peningkatan kualitas pembelajaran, serta lahirnya generasi yang unggul, mandiri, dan berakhlak mulia.
Sebagai wujud rasa syukur bersama, kegiatan dilanjutkan dengan doa syukur yang dipimpin oleh Bapak Sukri, prosesi potong tumpeng, dan pelepasan balon yang menandai harapan agar SMK Ma’arif 2 Sleman semakin tinggi cita-citanya. Pemberian hadiah dari alumni kepada sekolah menjadi simbol kuatnya ikatan emosional dan kontribusi nyata lulusan dalam mendukung kemajuan almamater tercinta.
Menegaskan arah perjuangan pendidikan Ma’arif, Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., menyampaikan bahwa SMK Ma’arif harus menjadi media dakwah pendidikan yang jujur, profesional, dan berakhlak, serta menjadi rujukan dan panutan masyarakat. Ia menekankan pentingnya kaderisasi dan penguatan organisasi, di mana setiap guru dan karyawan memiliki hak untuk memimpin dan siap bekerja keras setiap waktu.
Lebih lanjut, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., menegaskan bahwa kekuatan sekolah bukan semata pada fasilitas, melainkan pada kualitas pelayanan dan guru yang terus memperbaiki praktik pembelajaran agar relevan dengan perkembangan zaman. SMK Ma’arif 2 Sleman harus menemukan keunggulan yang khas, terukur, dan dirasakan manfaatnya.
Ia juga mendorong pengembangan sister school nasional dengan mempelajari sistem teaching factory dari sekolah-sekolah terbaik di Indonesia, hingga melangkah pada jejaring internasional melalui kolaborasi global dan webinar. Semua itu, menurutnya, harus bermuara pada kesejahteraan sekolah, berkembangnya teaching factory, serta meluasnya kemitraan industri.
Menguatkan dukungan pemerintah daerah, Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga DIY, Drs. Suhirman, M.Pd., menyampaikan bahwa seluruh program Disdikpora semata-mata diperuntukkan bagi siswa-siswi. Ia mengingatkan pentingnya membangun “7 Kebiasaan Anak Indonesia Hebat” sebagai fondasi karakter generasi muda.
Selain itu, ia mengajak para orang tua untuk terus bersinergi dengan sekolah dalam mendidik anak-anak, karena keberhasilan pendidikan hanya dapat dicapai melalui kolaborasi yang erat antara keluarga dan satuan pendidikan.

Sebagai puncak seremoni, dilakukan peresmian gedung baru dan pemotongan pita oleh Drs. Suhirman, M.Pd., dilanjutkan tahlil/nyadran akbar sebagai bentuk doa bersama untuk para pendiri dan pejuang pendidikan Ma’arif NU DIY.
Gedung baru unit produksi Tata Boga ini diharapkan menjadi penguat teaching factory sekaligus ruang tumbuhnya jiwa kewirausahaan siswa.
Memasuki acara inti, Pengajian Akbar disampaikan oleh Drs. K.H. Amin Musthofa dari Solo. Dalam tausiyahnya, beliau menekankan pentingnya birrul walidain (berbakti kepada orang tua) sebagai kunci keberkahan hidup. Anak yang berbakti kepada orang tua akan dilapangkan rezekinya, dimudahkan urusannya, dan dijaga kehormatannya. Sebaliknya, durhaka kepada orang tua termasuk dosa besar yang dapat menghalangi keberkahan ilmu dan kehidupan. Beliau mengingatkan bahwa ridha Allah tergantung pada ridha orang tua, sehingga siswa-siswi harus senantiasa menjaga tutur kata, bersikap santun, serta mendoakan orang tua dalam setiap kesempatan.
Beliau juga menegaskan bahwa keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kecakapan akademik atau keterampilan vokasi, tetapi juga dari adab dan akhlak kepada orang tua, guru, dan sesama. Dengan akhlak yang kuat, ilmu akan membawa manfaat; tanpa akhlak, ilmu justru bisa kehilangan arah.

Sebagai penutup yang penuh harapan, seluruh rangkaian Harlah ke-37 dan peresmian gedung baru ini diharapkan menjadi titik tolak kebangkitan baru SMK Ma’arif 2 Sleman. Semoga sekolah ini semakin kokoh sebagai lembaga dakwah pendidikan yang unggul dalam mutu, kuat dalam karakter, mandiri dalam ekonomi, serta mampu melahirkan generasi yang berilmu, berakhlak, dan siap menembus batas—baik di tingkat nasional maupun global.
