Ma’News – Kulon Progo – 13/05/2026 – SMK Ma’arif 1 Nanggulan menyelenggarakan acara Mujahadah dan Pengajian dalam rangka memperingati Hari Lahir (Harlah) sekolah yang ke-28 serta penyerahan kembali 113 siswa kelas XII tahun pelajaran 2025/2026 kepada orang tua atau wali murid.
Acara dimulai pada pukul 07.30 WIB, dibuka dengan penampilan grup hadroh dari siswa-siswi SMK Ma’arif 1 Nanggulan. Setelah pembukaan oleh pembawa acara, rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Tsabita Az-Zahra. Selanjutnya, seluruh hadirin menyanyikan lagu Indonesia Raya, Mars Subhanul Wathon, dan Mars LP Ma’arif untuk menanamkan jiwa nasionalisme dan identitas keislaman.

Memasuki sesi sambutan, Kepala SMK Ma’arif 1 Nanggulan, Sarwidi, S.Pd., M.Pd., menjelaskan bahwa kegiatan mujahadah dan pengajian ini bertujuan agar sekolah diberikan keberkahan dan para siswa yang lulus dimudahkan urusannya. Sebagai simbol penyerahan siswa, dilakukan pemakaian peci dan sarung secara simbolis. Pemakaian peci melambangkan harapan agar lulusan tidak meninggalkan salat lima waktu, sedangkan sarung bermaksud agar siswa tetap menjiwai sifat santri yang selalu menuntut ilmu.
Melengkapi pesan dari pihak sekolah, arahan mengenai tantangan masa depan disampaikan oleh Bapak Drs. Suhirman, M.Pd., selaku perwakilan dari LP Ma’arif NU PWNU DIY. Beliau mengingatkan para lulusan bahwa ijazah hanyalah langkah awal, sedangkan tantangan yang sesungguhnya adalah bagaimana mereka mampu berperan di tengah masyarakat. Beliau juga berpesan agar komunikasi dengan sekolah tetap terjalin melalui Bursa Kerja Khusus (BKK). Momen ini kemudian disambut baik oleh Bapak Ristiyanto yang mewakili wali murid untuk menerima kembali putra-putri mereka secara resmi.
Menyentuh prosesi kelulusan, yaitu penyerahan kembali para murid kelas XII kepada orang tua. Prosesi penyerahan ini ditandai secara prosesi dengan pemakaian peci, yang membawa harapan besar agar setelah lulus para murid tidak pernah lupa akan kewajibannya dalam menjaga salat lima waktu. Tidak hanya itu, para murid juga mengenakan sarung dengan maksud luhur agar mereka senantiasa menjiwai karakter seorang santri. Karakter santri inilah yang diharapkan terus melekat sebagai pembelajar yang selalu menuntut ilmu pengetahuan demi membawa keselamatan hidup, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
Kemudian pada sesi Mujahadah dipimpin secara langsung oleh K.H. Ahmad Dainuri Noor, B.A. mengajak seluruh tamu undangan menundukkan kepala seraya melantunkan doa. Prosesi mujahadah ini dilakukan para tamu undangan untuk memohon rida dan kemudahan dari rida Allah SWT.
Siraman rohani diberikan melalui pengajian yang disampaikan oleh K.H. Hendry Sutopo. Dalam tausiyahnya, beliau memberikan dua kunci utama untuk mencapai kesuksesan hidup. Pertama, siswa harus memiliki tekad untuk terus belajar dengan fokus dan tidak mudah menyerah. Kedua, yang paling mendasar, beliau mengingatkan agar para lulusan jangan pernah menyakiti hati orang tua, karena rida orang tua adalah jalan menuju keberkahan hidup.
Sebagai penutup, pihak sekolah menaruh harapan besar agar 113 lulusan tahun ini menjadi pribadi yang unggul. Semoga para alumni SMK Ma’arif 1 Nanggulan tidak hanya memiliki keterampilan kerja yang baik, tetapi juga memiliki akhlak yang mulia dan spiritualitas yang kuat. Dengan bekal yang telah didapatkan selama tiga tahun, diharapkan mereka siap menghadapi tantangan masa depan dengan penuh tanggung jawab dan rasa percaya diri.
