Home Ma'NewsBerita Terkini Semangat Penyempurnaan Buku Ke-NU-an, LP Ma’arif NU PWNU DIY Gelar Review dan Penyusunan Buku Ke-NU-an untuk Tahun 2026

Semangat Penyempurnaan Buku Ke-NU-an, LP Ma’arif NU PWNU DIY Gelar Review dan Penyusunan Buku Ke-NU-an untuk Tahun 2026

by timpublikasilpmnudiy.AG.
0 comment

Ma’News – Yogyakarta – 30/04/2026 – Dalam upaya meningkatkan kualitas pendidikan berbasis nilai Ahlussunnah wal Jamaah an-Nahdliyyah, LP Ma’arif NU PWNU DIY menggelar kegiatan Review Buku Ke-NU-an 2025 dan Penyusunan Buku Ke-NU-an 2026 pada Rabu, 29 April 2026, bertempat di Ruang Serbaguna, Lt. 1, Gedung DPD RI DIY. Kegiatan ini menjadi langkah awal dalam perbaikan sekaligus perencanaan buku ajar Ke-NU-an yang akan digunakan pada tahun ajaran 2026/2027. Acara tersebut dihadiri oleh para tamu undangan serta guru Aswaja dari berbagai jenjang pendidikan, mulai dari SD/MI, SMP/MTs, hingga SLTA/SLB se-DIY.

Mengawali kegiatan, sambutan disampaikan oleh Dr. H. Hilmy Muhammad, M.A., selaku Anggota DPD RI DIY sekaligus tuan rumah. Ia menyambut baik agenda review buku Ke-NU-an sebagai langkah strategis menuju penyempurnaan di tahun mendatang.

Beliau juga menegaskan bahwa nilai Islam Ahlussunnah wal Jamaah harus menjadi landasan utama dalam menghadapi perkembangan zaman, termasuk dalam merespons teknologi dan dinamika kebudayaan secara progresif. Oleh karena itu, buku Ke-NU-an yang dirancang nanti, diharapkan dapat mengintegrasikan nilai Aswaja dengan perkembangan zaman.

Selaras dengan hal tersebut, Dr. Nurliadin, M.Pd., selaku Pengurus LP Ma’arif NU PWNU DIY Divisi Ideologi-Aswaja, menyampaikan ucapan terimakasih kepada tuan rumah karena telah bersedia memasilitasi kegiatan ini.

Ia juga menegaskan agar Guru aktif memberikan masukan terhadap buku tahun sebelumnya. Selain itu penyampaian kritik yang lebih spesifik dan terarah juga diperlukan agar proses perbaikan buku dapat dilakukan secara maksimal dan tepat sasaran. Sebelum memasuki sesi inti, kegiatan diawali dengan doa yang dipimpin oleh Sukarjo, M.Pd., sebagai bentuk harapan agar seluruh rangkaian acara berjalan lancar dan membawa manfaat.

banner

Memasuki sesi laporan per jenjang, berbagai masukan konstruktif disampaikan oleh para guru dari berbagai tingkat pendidikan. Secara umum, materi dalam buku Ke-NU-an dinilai sudah cukup relevan, membantu proses pembelajaran, serta selaras dengan nilai-nilai dasar Aswaja.

Namun demikian, terdapat sejumlah catatan penting yang menjadi perhatian bersama, di antaranya dalam penggunaan bahasa terutama mengenai penjelasan, masih dinilai sulit untuk diajarkan kepada siswa khususnya untuj jenjang SD/MI dan SMP/MTs. Kemudian mengenai layout buku yang masih bisa diperbaiki, serta perlunya peningkatan kualitas visual seperti gambar dan tabel.

Selain itu, peserta juga menyampaikan pentingnya penguatan materi ke-NU-an agar semakin mendalam dan mudah diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Buku diharapkan mampu disajikan secara lebih kontekstual, selaras dengan perkembangan zaman, serta tetap relevan dengan kebutuhan peserta didik.

Dari sisi pembelajaran, diperlukan penyajian materi yang lebih variatif dan menarik, sehingga mampu mendorong keterlibatan aktif siswa serta mengurangi kesan pembahasan yang terlalu padat dan berulang.

Selanjutnya, dalam sesi review oleh ahli, Dr. Abdul Mughits, M.Ag. menekankan pentingnya penguatan amaliyah di kalangan generasi muda yang mulai mengalami penurunan. Ia mengingatkan bahwa identitas ke-NU-an sangat erat dengan praktik amaliyah, sehingga perlu menjadi fokus utama dalam penyusunan materi.

Memperkuat arah kebijakan, Ketua PWNU DIY, Dr. K.H. Ahmad Zuhdi Muhdlor, S.H., M.Hum., menyampaikan bahwa tantangan utama dalam pengajaran Aswaja bukan pada substansi ajaran, melainkan pada cara penyampaiannya. Ia menekankan pentingnya menghadirkan materi yang lebih kontekstual, aplikatif, dan mampu menjembatani pemahaman peserta didik terhadap nilai-nilai keislaman dalam kehidupan sehari-hari.

Senada dengan hal tersebut, Ketua LP Ma’arif NU PWNU DIY, Dr. Tadkiroatun Musfiroh, M.Hum., menyampaikan bahwa ke depan akan ada penyusunan kurikulum Aswaja yang lebih terstruktur. Oleh karena itu, para guru diminta memberikan masukan konkret terkait berbagai aspek buku, mulai dari kesalahan teknis hingga pengembangan isi, guna menghasilkan buku yang lebih sistematis dan berkualitas.

Memasuki sesi kedua, Imron Basori, S.Pd.I., perwakilan penulis buku Ke-NU-an tahun lalu mengakui bahwa buku yang telah disusun masih memiliki berbagai kekurangan yang perlu segera diperbaiki. Oleh karena itu, diperlukan penetapan kurikulum yang jelas sebagai acuan utama dalam penyusunan buku Ke-NU-an tahun 2026, termasuk pemantapan sistematika penulisan.

Menutup rangkaian diskusi, Dr. Nurliadin, M.Pd. menyampaikan bahwa penyusunan buku Ke-NU-an ke depan akan mengacu pada kurikulum pusat. LP Ma’arif NU PWNU juga membuka kesempatan bagi para guru Aswaja yang ingin berkontribusi sebagai penulis dengan mengirimkan minimal dua bab dan kemudian akan diseleksi oleh Tim Penulis.

Kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi forum evaluasi, tetapi juga menjadi langkah awal dalam membangun kolaborasi yang lebih kuat demi menghadirkan buku Ke-NU-an yang lebih berkualitas, relevan, dan mampu menjawab kebutuhan zaman, sehingga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah dapat tertanam secara lebih mendalam dalam diri peserta didik.

You may also like

Leave a Comment

LP Ma’arif NU PWNU DIY adalah lembaga otonom Nahdlatul Ulama (NU) di Daerah Istimewa Yogyakarta yang berfokus pada pengelolaan pendidikan. Sebagai bagian integral dari NU, LP Ma’arif NU PWNU DIY memiliki misi untuk mengembangkan pendidikan berkualitas yang berlandaskan nilai-nilai Islam Ahlussunnah wal Jama’ah.

LOCATION

Edtior's Picks

Latest Articles