Ma’News – Yogyakarta – 12/01/2026 – Prestasi membanggakan kembali ditorehkan oleh pelajar dari lingkungan Ma’arif NU DIY yaitu dari SMK Ma’arif Nurul Haromain Sentolo. Muhammad Husein Ar-Razka dari kelas 12 Desain Teknik Furnitur (DTF) berhasil menyabet gelar Juara 2 dalam kategori Seni Tunggal pada ajang Lomba Pencak Silat Seni IPSI dalam gelaran bergengsi Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup IPSI Kabupaten Kulon Progo.
Pencak silat merupakan seni bela diri tradisional asli Nusantara yang memadukan unsur olah tubuh, teknik pertahanan diri, seni budaya, serta nilai spiritual secara harmonis. Olahraga ini tidak hanya berfokus pada efektivitas serangan dan tangkisan, tetapi juga menekankan pada keindahan gerak yang sering kali ditampilkan dalam iringan musik tradisional. Sebagai warisan budaya yang telah diakui oleh UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda Dunia. Seni ini sering dijadikan kejuaraan termasuk dalam Bupati Cup tahun ini.
Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup yang diselenggarakan oleh Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kabupaten Kulon Progo, merupakan kejuaraan bergengsi serta perkembangan atlet silat di daerah. Kompetisi tahunan ini menjadi kawah candradimuka untuk menjaring bibit-bibit unggul yang potensial, mempertemukan talenta-talenta terbaik dari berbagai sekolah se-kabupaten Kulon Progo.

pada Kejuaraan Pencak Silat Bupati Cup di Kulon Progo
Di atas gelanggang pertandingan, Husein tampil dengan penuh percaya diri. Ia berhasil memukau dewan juri melalui kombinasi ketepatan gerak yang akurat dan kemantapan teknik yang solid. Lebih dari sekadar hafalan jurus, Husein menunjukkan penjiwaan seni bela diri yang apik.
Husein tidak bisa berpuas diri karena menurutnya kemenangan ini merupakan sebuah awal atau penanda dari proses yang ia tekuni. Menang hari ini, belajar selamanya,” ujarnya. Kalimat singkat ini menegaskan bahwa medali hanyalah penanda, namun proses belajar adalah perjalanan seumur hidup.
Bagi pihak sekolah, kemenangan ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar trofi. SMK Ma’arif Nurul Haromain memandang keikutsertaan dalam kejuaraan ini sebagai instrumen vital pendidikan karakter. Prestasi ini adalah buah dari proses panjang dalam melatih kedisiplinan, kejujuran, serta upaya membangun mental juara yang tangguh dalam menghadapi tekanan. Selain itu, ini adalah wujud nyata sekolah dalam menanamkan rasa cinta siswa terhadap pencak silat sebagai upaya pelestarian budaya asli Indonesia.
Keberhasilan Muhammad Husein Ar-Razka diharapkan menjadi pemantik semangat bagi siswa-siswi lainnya di SMK Ma’arif Nurul Haromain Sentolo untuk terus menggali potensi diri, baik di bidang akademik maupun non-akademik.
Pencapaian di Husein ini membuktikan bahwa dengan kerja keras dan pembinaan yang tepat, siswa mampu bersaing di tingkat kabupaten dan membawa nama baik sekolah di kancah olahraga bela diri.
